Injil Katolik Minggu Paskah 5 April 2026 Lengkap Mazmur Tanggapan
Gordy Donovan April 04, 2026 08:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil Katolik misa Minggu Paskah 5 April 2026.

Injil katolik Minggu Paskah lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 

Minggu 5 April 2026 merupakan HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN, Santo Vinsensius Ferreri, Pengaku Iman, Santa Yuliana dari Kornillon, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 5 April 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu 5 April 2026, Pesta Paskah

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 10:34a.37-43

"Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati."
Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, "Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea,

Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib.

Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah,

yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.

Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23
Ref. Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya."

Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Bacaan Kedua Kolose 3:1-4

"Pikirkanlah perkara yang di atas, dimana Kristus berada."
Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Atau

Bacaan Kedua 1Korintus  5:6b-8

“Buanglah ragi yang lama, agar kamu menjadi adonan baru.“
Saudara-saudara, kamu tahu bahwa ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Maka buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi.

Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan roti yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

Sekuensi Paskah (PS 518)
wajib dinyanyikan pada Hari Minggu Paskah I, sebelum Bait Pengantar Injil
Hai umat Kristen, pujilah Kristus, Sang Kurban Paskah.

Cempe menebus domba: Kristus yang tak berdosa mendamaikan kita dengan Bapa.

Maut dan kehidupan dahsyat saling menyerang:

Sang Hidup yang mati, bangkit jaya.

Katakan, Maria, yang kaulihat di jalan!

Kubur dan kemuliaan Sang Kristus yang hidup serta bangkit:

Saksi malaikat, kain peluh dan kafan.

Kristus, harapanku bangkit, mendahului ke Galilea.

Kita yakin Kristus bangkit dari kematian: Kau Raja Pemenang, kasihanilah.

Atau

Victimae paschali laudes

immolent Christiani.

Agnus redemit oves:

Christus innocens Patri

reconciliavit peccatores.

Mors et vita duello

conflixere mirando:

dux vitae mortuus,

regnat vivus.

Dic nobis Maria,

quid vidisti in via?

Sepulcrum Christi viventis,

et gloriam vidi resurgentis:

Angelicos testes,

sudarium, et vestes.

Surrexit Christus spes mea:

praecedet suos in Galilaeam.

Scimus Christum surrexisse

a mortuis vere:

tu nobis, victor Rex,

miserere.

Amen. Alleluia.

Bait Pengantar Injil 1 Korintus 5:7b-8a
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Mari kita merayakan perjamuan Paskah, sebab Yesus Kristus sudah dikurbankan.

Bacaan Injil Yohanes 20:1-9
"Yesus harus bangkit dari antara orang mati."
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.

Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung.

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Kebangkitan Kristus

(Kebangkitan yang Mengubah Segalanya Bacaan Injil: Yohanes 20:1-9)

Pagi yang Mengguncang Dunia

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak masuk ke dalam salah satu momen paling menentukan dalam sejarah iman: pagi Paskah. Injil menurut Yohanes 20:1-9 menggambarkan suasana yang sunyi, penuh tanda tanya, namun sekaligus menyimpan misteri besar yang akan mengubah dunia selamanya.

Maria Magdalena datang ke kubur ketika hari masih gelap. Gelap di luar mencerminkan gelap di dalam hatinya—kesedihan, kehilangan, dan kebingungan setelah wafatnya Yesus. Namun, di tengah kegelapan itu, sebuah terang mulai muncul.

Kubur kosong.

Peristiwa ini bukan sekadar kejadian aneh, tetapi awal dari harapan baru. Dalam renungan harian Katolik ini, kita akan menyelami makna kebangkitan Kristus yang tidak hanya terjadi 2000 tahun lalu, tetapi juga ingin terjadi dalam hidup kita hari ini.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Makna Kubur Kosong: Tanda, Bukan Akhir
Kubur Kosong Bukan Kehilangan, Tapi Awal

Sering kali dalam hidup, kita mengalami “kubur kosong”—kehilangan, kegagalan, harapan yang seolah hilang. Kita mencari Tuhan, tetapi yang kita temukan hanyalah kekosongan.

Namun, melalui renungan Injil Yohanes 20:1-9, kita diingatkan bahwa:

Kubur kosong bukan tanda bahwa Tuhan pergi, tetapi tanda bahwa Tuhan sedang berkarya dengan cara yang baru.
Yesus tidak lagi berada di dalam kubur karena Ia telah bangkit. Ini adalah inti iman Kristiani.

Iman yang Bertumbuh dari Tanda
Petrus dan murid yang lain berlari ke kubur. Mereka melihat kain kafan tergeletak rapi. Tidak ada tubuh Yesus. Namun, dari tanda itu, iman mulai tumbuh.

Injil mengatakan:

“Ia melihatnya dan percaya.”
Ini menarik. Mereka belum melihat Yesus secara langsung, tetapi tanda-tanda kecil cukup untuk menyalakan iman.

Dalam kehidupan kita, Tuhan juga sering hadir melalui tanda-tanda kecil:

doa yang dijawab secara tak terduga
penghiburan di saat terpuruk
kekuatan untuk bangkit dari kegagalan
Melalui refleksi Sabda Tuhan hari ini, kita diajak untuk peka terhadap tanda-tanda tersebut.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Kebangkitan: Dari Kematian Menuju Harapan
Kebangkitan Mengalahkan Ketakutan
Para murid awalnya hidup dalam ketakutan. Mereka merasa semuanya sudah berakhir. Namun kebangkitan Yesus mengubah ketakutan menjadi keberanian.

Kebangkitan bukan hanya peristiwa historis, tetapi:

kemenangan atas dosa
kemenangan atas kematian
kemenangan atas keputusasaan
Dalam renungan Katolik hari ini, kita diingatkan bahwa tidak ada situasi yang terlalu gelap bagi Tuhan.

Kebangkitan dalam Hidup Sehari-hari
Kita mungkin tidak melihat Yesus secara fisik, tetapi kita bisa mengalami kebangkitan dalam hidup sehari-hari:

saat kita mengampuni orang yang menyakiti kita
saat kita memilih bangkit setelah jatuh
saat kita tetap percaya di tengah ketidakpastian
Kebangkitan bukan hanya peristiwa iman, tetapi juga gaya hidup.

Dari Melihat ke Percaya
Perjalanan Iman Itu Bertahap
Murid-murid tidak langsung mengerti. Mereka melihat, merenung, lalu percaya. Ini adalah perjalanan iman yang sangat manusiawi.

Kadang kita juga:

mempertanyakan Tuhan
merasa ragu
tidak mengerti rencana-Nya
Namun Tuhan tidak marah. Ia mengundang kita untuk terus berjalan, seperti para murid.

Percaya Tanpa Melihat

Inilah inti iman Kristiani:
percaya tanpa harus melihat sepenuhnya
Dalam dunia yang serba logis dan instan, iman sering kali terasa sulit. Tetapi melalui renungan harian Katolik, kita diingatkan bahwa iman adalah kepercayaan yang lahir dari relasi dengan Tuhan.

Refleksi Pribadi: Apakah Aku Sudah Bangkit Bersama Kristus?

Mari kita berhenti sejenak dan bertanya:

Apakah aku masih hidup dalam “kubur” masa lalu?
Apakah aku berani percaya meski belum melihat jawaban Tuhan?
Apakah aku membiarkan Kristus bangkit dalam hidupku?
Kebangkitan bukan hanya tentang Yesus, tetapi juga tentang kita.

Tuhan mengundang kita untuk:

keluar dari kegelapan
meninggalkan dosa
memulai hidup baru
Pesan Utama Renungan Hari Ini
Dalam renungan Injil Yohanes 20:1-9, kita menemukan tiga pesan penting:

Baca juga Apa Makna Kebangkitan Kristus Bagi Kita?

1. Tuhan Selalu Lebih Besar dari Kegelapan
Apa pun yang kamu alami, Tuhan sudah lebih dulu mengalahkannya.

2. Iman Dimulai dari Hal Kecil

Tanda kecil bisa menjadi awal iman yang besar.

3. Kebangkitan Itu Nyata dalam Hidup Kita

Setiap kali kita bangkit, kita sedang mengalami kebangkitan bersama Kristus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang bangkit,

Engkau telah mengalahkan kematian dan membuka jalan kehidupan bagi kami.

Ajarlah kami untuk percaya meski belum melihat, untuk berharap meski keadaan sulit, dan untuk bangkit setiap kali kami jatuh.

Hidupkanlah iman kami, ya Tuhan, agar kami menjadi saksi kebangkitan-Mu di dunia ini. Amin. (Sumber the Katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.