Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Prosesi Jalan Salib yang digelar Jemaat GPM Galala Hative Kecil (Gatik) dan AMGPM Cabang Kyrie Elesion 1 berlangsung penuh khidmat dan emosional.
Prosesi penyaliban berhasil menarik ribuan warga yang memadati sepanjang Jalan Kapten Piere Tendean, Kota Ambon, Jumat (3/4/2026) Malam.
Sejak awal prosesi yang dimulai dari Gereja Imanuel Jemaat GPM Gatik, suasana sudah terasa begitu sakral.
Warga dari berbagai penjuru datang untuk menyaksikan rekonstruksi perjalanan penderitaan Yesus Kristus atau Via Dolorosa, yang diperankan secara dramatis oleh para jemaat.
Sepanjang rute, adegan demi adegan diperagakan secara mendalam, mulai dari Yesus yang dijatuhi hukuman, memikul salib, hingga jatuh berulang kali di tengah perjalanan menuju Golgota.
Baca juga: Cara Lapor Polisi Nakal di Maluku: Cukup Scan QR Code Tanpa Perlu ke Kantor
Baca juga: Dijanjikan Nikah, Wanita di Ambon Jadi Korban Dugaan Kekerasan Seksual, Oknum Polisi Dilaporkan
Ekspresi para pemeran dan penghayatan yang kuat membuat penonton larut dalam suasana haru.
Teriakan “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” dari massa yang berperan sebagai orang banyak dalam kisah tersebut menggema di sepanjang jalan.
Hal itu menambah dramatisasi suasana penyaliban yang sarat makna spiritual.
Kepadatan warga yang membludak menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat mengalami kemacetan total.
Aparat kepolisian tampak bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur kendaraan dan menjaga ketertiban.
Pengendara dari arah pusat kota pun disarankan untuk mengambil jalur alternatif melalui kawasan Jembatan Merah Putih guna menghindari kepadatan.
Tidak hanya di ruas jalan utama, lonjakan penonton juga terjadi di lorong menuju SMP Negeri 3 Ambon, yang menjadi lokasi puncak prosesi penyaliban.
Ribuan warga berdesakan namun tetap tertib demi menyaksikan adegan klimaks tersebut.
Setibanya di lokasi, suasana semakin hening saat adegan penyaliban Yesus Kristus diperagakan.
Momen ini menjadi titik paling menggetarkan, di mana pengorbanan dan penderitaan Yesus digambarkan secara nyata di hadapan ribuan pasang mata.
Salah seorang warga, Britney mengaku sengaja datang untuk menyaksikan prosesi tersebut.
Ia menilai Jalan Salib yang digelar Jemaat GPM Gatik merupakan salah satu yang terbaik di Kota Ambon.
“Setiap tahun selalu dinanti. Penghayatannya luar biasa, kita bisa benar-benar merasakan penderitaan Yesus,” ungkapnya.
Sepanjang prosesi, warga tampak mengikuti dengan khusyuk.
Banyak di antara mereka yang terlihat terdiam, bahkan meneteskan air mata saat menyaksikan adegan demi adegan penderitaan yang harus dilalui Yesus Kristus.
Prosesi Jalan Salib ini tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga momentum refleksi iman bagi umat Kristiani.
Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan jemaat dan masyarakat yang hadir menyaksikan.
Dengan pengemasan yang dramatis dan penuh penghayatan, Jalan Salib Jemaat GPM Gatik kembali meninggalkan kesan mendalam bagi warga Kota Ambon.