Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi , Kolom Abu Capai 4 Km, Warga Diminta Waspada
Gryfid Talumedun April 04, 2026 09:32 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gunung Dukono, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada 3 April 2026 pukul 17.28 WIT.

Saat ini, gunung tersebut berada pada status Waspada (Level II) menyusul rangkaian erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan hingga 3–4 April 2026, Gunung Dukono mengalami letusan dengan intensitas cukup tinggi.

Baca juga: Puncak Kaisomaru Jadi Primadona Baru Gorontalo, Sunset dan Camping dengan View Laut Jadi Daya Tarik

Pada Jumat (3/4) malam sekitar pukul 22.18 WIT, terjadi erupsi yang melontarkan kolom abu hingga mencapai 3.000 meter di atas puncak. 

Bahkan pada hari yang sama, semburan abu sempat teramati mencapai ketinggian maksimum hingga 4.000 meter, menyelimuti sebagian wilayah Halmahera Utara.

Aktivitas gunung ini juga terpantau sangat dinamis, dengan tiga kali erupsi terjadi hanya dalam kurun waktu sekitar 1,5 jam.

Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.

Selain itu, warga diminta selalu menggunakan masker guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.

Sebaran abu juga dapat berubah-ubah mengikuti arah angin, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Gunung Dukono sendiri berada di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, dengan ketinggian puncak sekitar 1.335 meter di atas permukaan laut.

Namun, kolom abu dari erupsi terbaru bahkan dapat mencapai ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas puncak.

Aktivitas vulkanik ini dipicu oleh dinamika tektonik di kawasan Halmahera yang dipengaruhi pergerakan subduksi ganda Lempeng Laut Maluku.

Dengan kondisi yang masih fluktuatif, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi lanjutan.

Berikut Fakta-fakta Gunung Dukono Erupsi:

Gunung Dukono adalah gunung api aktif yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Saat ini, gunung tersebut berada dalam status Waspada (Level II) menyusul rangkaian erupsi yang terjadi baru-baru ini.

Update Aktivitas Terkini (April 2026)

Hingga laporan terbaru pada 3-4 April 2026, Gunung Dukono mengalami beberapa kali erupsi dengan intensitas yang signifikan: 

Erupsi Dahsyat (3 April Malam): Terjadi letusan pada pukul 22:18 WIT dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter di atas puncak.

Semburan Abu Maksimum: Pada hari yang sama (3 April), teramati kolom abu setinggi 4.000 meter yang menyelimuti wilayah sekitar Halmahera Utara.

Intensitas Tinggi: Gunung ini sempat mengalami tiga kali erupsi hanya dalam kurun waktu 1,5 jam, menunjukkan aktivitas tektonik yang sangat dinamis.
 
Rekomendasi Keselamatan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan sebagai berikut:

Radius Bahaya: Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 km dari puncak.

Perlindungan Pernapasan: Warga diimbau untuk selalu menyediakan dan menggunakan masker guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Kewaspadaan Abu: Sebaran abu mengikuti arah angin, sehingga area yang terdampak dapat berubah-ubah secara periodik. 
 
Karakteristik Gunung

Lokasi: Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Ketinggian: Puncak gunung berada pada 1.335 mdpl, namun titik letusan baru-baru ini mencapai ketinggian total sekitar 4.087 - 5.087 meter di atas permukaan laut jika dihitung dari kolom abunya.

Pemicu: Aktivitas sering dipicu oleh dinamika tektonik di Pulau Halmahera yang terhubung dengan pergerakan subduksi ganda Lempeng Laut Maluku

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.