Pj Sekda Pasangkan Syal ke Danlanal Nunukan yang Baru Kolonel Slamet Ariyadi
Amiruddin April 04, 2026 10:47 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kedatangan Komandan Pangkalan TNI AL atau Danlanal Nunukan yang baru, Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, S.E., M.Tr. Opsla disambut meriah, dan penuh nuansa sakral, di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, pada Jumat (3/4/2026).

Tiba bersama sang istri menggunakan speedboat dari Tarakan, Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi langsung disuguhi prosesi adat khas Tidung.

Penjabat Sekretaris Daerah Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, bersama Komandan Lanal Nunukan yang menjabat sebelumnya, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, secara langsung menyematkan syal manik, dan rompi, sebagai simbol penghormatan tinggi kepada pejabat baru yang akan bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

 

Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi saat tiba di Nunukan
DANLANAL NUNUKAN - Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi bersama istri disambut prosesi adat Tidung saat tiba di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, Jumat (3/4/2026). Penyambutan ditandai dengan pemasangan syal manik dan rompi oleh Penjabat Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan serta diiringi Tari Tepung Tawar sebagai bentuk penghormatan kepada tamu agung. (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

Baca juga: Profil Laksdya Rachmad Jayadi, Eks Danlanal Nunukan Sosok Penting di Pengamanan Pelantikan Prabowo

 

Suasana penyambutan semakin semarak, saat tarian tradisional dari Sanggar Seni Busak Malay ditampilkan, mengiringi prosesi adat yang sarat makna spiritual.

Tokoh adat Tidung, Jalil, mengungkapkan bahwa tradisi “Tepung Tawar” yang dilakukan bukan sekadar seremoni biasa.

“Ini penyambutan untuk tamu agung, seperti raja.

Ada doa-doa khusus, beras kuning, air, bunga, semua punya makna,” ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Ia menjelaskan, air kelapa dalam ritual melambangkan keselamatan.

Sementara beras kuning dipercaya mampu menangkal penyakit, dan membawa keberkahan.

Menariknya, tradisi ini disebut memiliki perbedaan mencolok dibanding daerah lain di Kalimantan Utara.

“Setiap daerah punya cara sendiri.

Tradisi Tidung ini di Nunukan ini berbeda dengan daerah lain, tidak sama dengan Tarakan, KTT atau Malinau,” tegasnya.

Selain prosesi adat, doa khusus juga dipanjatkan untuk keselamatan Slamet Ariyadi,  selama menjalankan tugas menjaga wilayah perbatasan Nunukan.

Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam momen tersebut, di antaranya, Dandim Nunukan, Tony Prasetyo; Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas; anggota DPRD Nunukan, Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Andi Muhammad Ichsan; Kepala Cabang Pelni Nunukan, perwakilan Imigrasi, dan Bea Cukai Nunukan.

Rencananya, acara pisah sambut Danlanal Nunukan dijadwalkan berlangsung Sabtu (4/4/2026) malam di Cafe Sayn.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.