Bagaimana sesaknya hidup di tengah udara yang penuh asap pabrik, knalpot kendaraan, hingga debu konstruksi? Ternyata ini benar-benar terjadi di sebuah kota bernama Loni, India. Kota tersebut dianggap tidak layak karena memiliki kualitas udara terburuk di dunia.
Untuk menilai kualitas udara, biasanya diukur partikel sangat halus yang disebut PM2.5. Partikel ini merupakan polusi dari asap kendaraan, sampah, debu, hingga industri.
Di Loni, kualitas udara telah melampaui 22 kali batas PM2.5 yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Berdasarkan data IQAir pada 2025, Loni adalah kota dengan udara paling tercemar pertama di dunia dengan 112,5 (µg/m³) partikel halus.
Polutan PM2.5 bukan hanya kecil, tapi juga berbahaya, karena mampu menyerang hingga ke paru-paru, bahkan aliran darah. Oleh sebab itu, penduduk Kota Loni rentan terserang asma, penyakit jantung dan paru-paru, kanker, yang dapat mengganggu kognitif anak-anak.
Seorang pengelola klinik di kota Loni, Dr Anil Singh, mengatakan bahwa dirinya kerap mendapati pasien dengan masalah pernapasan dalam lima tahun terakhir.
"Saya khususnya telah melihat anak-anak datang pada usia yang sangat muda dengan gejala asma dini, saya dapat dengan jelas mengatakan bahwa paparan lingkungan adalah salah satu faktor utama," ungkapnya, dikutip CNN World, Jumat (3/4/2026).
Warga Kota Loni Kesulitan untuk Bernapas
Pencemaran udara di kota ini sangat menyulitkan 700.000 penduduknya untuk sekadar bernapas lega setiap harinya. Seorang pengemudi becak listrik, Manoj Kumar, juga mengakui bahwa kualitas udara di kotanya, jauh dari kata nyaman. "Lupakan batuk, bernapas pun sulit di sini," ujarnya.
Kondisi ini bahkan memaksa salah seorang warga, Mohammad Mohmin Khan, untuk mengenakan masker saat berada di luar rumah. Tidak peduli ke mana pun perginya, ia selalu mengenakan masker karena polusi itu hadir dalam 24 jam.
Akibat badai debu yang menyerang ibu kota Delhi, polutan di Loni mengalami peningkatan dan semakin berbahaya, terutama bagi kelompok rentan. Sangkin buruknya udara di sana, seorang ibu rumah tangga, Khushi Feroze, mengakui bahwa putranya yang berusia 3 tahun kerap mengalami alergi, batuk, dan infeksi akibat polusi.
"Kami harus membersihkan debu di rumah kami dua hingga tiga kali sehari karena begitu banyak debu yang masuk. Anda bahkan bisa melihat debu polusi di dalam rumah," ucapnya.
Sebagian orang di sana bahkan menganggap jalan keluar yang paling tepat adalah dengan keluar dari kota tersebut. Hal ini dilakukan demi mendapatkan kenyamanan untuk sekadar menghirup udara segar, yang tidak mereka dapatkan di kota tersebut.
"Kami jelas merasa jauh lebih baik ketika meninggalkan tempat ini. Terdapat banyak kesegaran di mana pun Anda pergi setelah dari sini. Kami tidak merasa nyaman di sini," tutur Feroze.
Selain Loni, kota lain di India juga memiliki kualitas udara buruk. Sebut saja Byrnihat, Delhi, hingga Ula. Berikut kota-kota lain di dunia yang juga memiliki kualitas udara terburuk.
10 Kota dengan Udara Paling Tercemar di Dunia Versi IQAir 2025
1. Loni, India
2. Hotan, China
3. Byrnihat, India
4. Delhi, India
5. Faisalabad, Pakistan
6. Rahim Yar Khan, Pakistan
7. Ghaziabad, India
8. Lahore, Pakistan
9. Sukkur, Pakistan
10. Ula, India
Upaya Penekanan Polusi Udara
Pemerintah India telah berupaya menangani permasalahan kualitas udara yang buruk. Seperti Program Udara Bersih pada 2019, dengan melakukan penertiban pembangkit listrik tenaga batu bara, pemasangan sistem pemantauan kualitas udara, dan pelarangan pembakaran biomassa.
Namun, para ahli berpendapat bahwa upaya tersebut tidak diimbangi dengan penegakan hukum dan koordinasi yang ketat. Akibatnya, kemajuan dan hasil yang dicapai berjalan cukup lambat.
Selain itu, pernah juga dilakukan eksperimen penyemaian awan untuk membersihkan udara ibu kota yang berujung pada kegagalan. Langkah ini justru memicu protes ratusan warga atas meningkatnya polutan berbahaya di kota mereka.
Selain India, kota-kota di Pakistan juga mengalami hal serupa dengan rata-rata konsentrasi PM2.5 yang meningkat menurut IQAir. Negara tersebut juga menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan udara paling tercemar pada 2025 lalu.





