Guru Besar HI UI Soal Israel Tuduh Hizbullah Penyebab 3 TNI Gugur: Prematur, Tutupi Fakta
Darwin Sijabat April 04, 2026 11:11 AM

TRIBUNJAMBI.COM - Ruang sidang darurat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) menjadi saksi bisu adu argumen tajam antara Indonesia dan Israel.

Di tengah duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan, Perwakilan Tetap Israel, Danny Danon, justru melempar tudingan bahwa kelompok Hizbullah adalah dalang di balik tragedi berdarah pada 29-30 Maret 2026 tersebut.

Dalam rapat yang digelar Selasa (31/3/2026), Danon menunjukkan peta yang diklaim sebagai posisi peluncur rudal Hizbullah yang sengaja ditempatkan berdekatan dengan pos PBB.

Upaya defensif ini dilakukan setelah Israel terdesak oleh kecaman global pasca-tewasnya penjaga perdamaian.

“Mereka [Hizbullah] menempatkan UNIFIL di garis tembak, di tengah. Ini bukan kebetulan,” cetus Danny Danon sebagaimana dikutip dari kanal YouTube PBS Newshour.

Utusan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dengan nada bergetar namun tegas, menolak mentah-mentah dalih Israel.

Indonesia menuntut pertanggungjawaban nyata dan keadilan bagi para prajuritnya yang gugur saat mengemban mandat perdamaian dunia.

"Indonesia tidak bisa menerima tragedi ini. Oleh karenanya, kami mendesak penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan. Izinkan saya memperjelas, kami menuntut investigasi dari PBB, bukan alasan dari Israel," tegas Umar Hadi di hadapan anggota Dewan Keamanan.

Analisis Pakar UI: Dugaan Israel Ingin Cuci Tangan

Menanggapi polemik ini, Guru Besar Hukum Internasional UI, Prof. Hikmahanto Juwana, menilai manuver Israel sangat tidak profesional.

Baca juga: Pernyataan Israel Pasca Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, 5 Terluka

Baca juga: SNBT 2026: Intip 10 Jurusan Sepi Peminat di PTN Sumatera dan Universitas Jambi

 Ia menduga ada upaya sistematis dari Tel Aviv untuk menutupi fakta lapangan sebelum hasil investigasi independen keluar.

"Menurut saya, apa yang disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk PBB prematur. Karena apa? Karena seolah-olah dia menuding, tapi ada kecurigaan juga, jangan-jangan ini memang dilakukan oleh Israel dan sejak awal kemudian mau ditutup-tutupi kan," papar Prof. Hik dalam program On Point Kompas TV, Jumat (3/4/2026).

Mantan Rektor Unjani ini menekankan bahwa sanksi dan ganti rugi terhadap keluarga korban hanya bisa diproses setelah aktor di balik serangan—baik negara maupun non-negara—teridentifikasi secara sah lewat prosedur PBB.

"Harusnya prosedurnya penyelidikan dulu, nanti penyelidikan selesai, menemukan siapa yang bertanggung jawab," pungkasnya.

3 Prajurit TNI yang Tergabung dalam UNIFIL Tewas

Menyusul serangan ke Iran, Israel melancarkan operasi militernya di Lebanon pada awal Maret 2026, yang menyasar kelompok Syiah Hizbullah.

Dalam 24 jam pada penghujung Maret 2026, terjadi dua insiden yang berbeda yang menewaskan tiga prajurit TNI yang bertugas di bawah payung United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Ketiganya adalah sebagai berikut:

Minggu (29/3/2026):

Praka Farizal Rhomadhon, anggota Yonif 113/JS, gugur setelah sebuah proyektil meledak di markas UNIFIL yang berada di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. 

Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi kontak senjata antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah.

Senin (30/3/2026):

Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dari Grup 2 Kopassus dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dari Kesdam IX Udayana gugur ketika kendaraan tempur yang mereka tumpangi terkena ledakan di Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

Baca juga: Kritik Tajam Eks Kapuspen TNI Pasca Prajurit Gugur di Lebanon dan Tetap Kirim Pasukan

Baca juga: Wajah Baru Pasar Jambi: Kawasan Wisata Kota Tua Resmi Jadi Ikon Kuliner

Sumber ledakan masih belum diketahui. UNIFIL tengah melakukan investigasi terhadap peristiwa ini.

Insiden pada hari Minggu juga menyebabkan tiga personel TNI luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.

Sementara, dalam insiden ledakan pada Senin, dilaporkan ada dua prajurit yang mengalami luka-luka, yakni Lettu Inf. Sulthan Wirdean Maulana dari Yonif 320 dan Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto dari AU Lanud Atang Sanjaya.

Upacara Pelepasan Jenazah

Upacara pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut telah digelar di Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri (BEY) pada Jumat (3/4/2026).

Upacara Memorial Service berlangsung penuh haru dan dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.

Abagnara pun memberikan penghormatan terakhir sebelum ketiga jenazah dipulangkan ke Indonesia.

Tiga peti jenazah berbalut bendera Merah Putih tampak digotong oleh para prajurit dengan penuh khidmat.

Suasana duka menyelimuti prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia.

Dalam sambutannya, Abagnara mengenang ketiga prajurit sebagai sosok pemberani yang mengabdikan diri untuk perdamaian.

"Mereka datang ke sini jauh dari rumah dengan satu tujuan untuk melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan keberanian. Mereka melakukannya dengan hormat. Mereka melakukannya sampai akhir," kata Abagnara.

Ia juga menegaskan bahwa kehilangan tersebut merupakan duka mendalam yang tidak dapat tergantikan.

"Ketahuilah, mereka tidak akan dilupakan. Mereka akan tetap menjadi bagian dari misi ini, bagian dari kita semua," ujarnya.

Menurutnya, pengorbanan para prajurit menjadi pengingat akan risiko besar dalam misi perdamaian.

Di sisi lain, hal tersebut juga memperkuat komitmen seluruh personel untuk terus melanjutkan tugas mulia tersebut.

"Kita berutang kepada mereka kekuatan untuk meneruskan misi mereka dan untuk menghormati pengorbanan mereka melalui pengabdian kita. Mari kita perkuat komitmen kita untuk solidaritas dan perdamaian. Untuk mengenang mereka, kita bersatu. Untuk mengenang mereka, kita melanjutkan misi kita," pungkasnya.

Baca juga: Kabarnya 8 Santri Dilecehkan Gurunya di Sarolangun Jambi

Baca juga: Ular Intai Pemukiman Jambi, 8 Tanaman Alami Solusi Pengusir Praktis

Baca juga: SNBT 2026: Intip 10 Jurusan Sepi Peminat di PTN Sumatera dan Universitas Jambi

Baca juga: Wajah Baru Pasar Jambi: Kawasan Wisata Kota Tua Resmi Jadi Ikon Kuliner

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.