Ular Intai Pemukiman Jambi, 8 Tanaman Alami Solusi Pengusir Praktis
Darwin Sijabat April 04, 2026 11:11 AM

 

DISCLAIMER
Tanaman pengusir ular bersifat preventif (pencegahan) dan tidak menjamin area 100 persen bebas dari reptil. Jika Anda menemukan ular di dalam rumah, jangan mencoba menanganinya sendiri tanpa keahlian khusus. Segera hubungi layanan darurat Damkartan Kota Jambi (112) atau WhatsApp 0811-7113-113 untuk penanganan profesional dan gratis.


TRIBUNJAMBI.COM - Maraknya kemunculan reptil berbahaya di area perumahan warga Jambi belakangan ini memicu kekhawatiran masyarakat. 

Selain faktor perubahan habitat, kondisi lingkungan yang lembap sering kali mengundang ular masuk ke halaman rumah. 

Sebagai langkah preventif, penggunaan tanaman pengusir ular kini menjadi solusi alami yang efektif dan ramah lingkungan.

Mengusir Ular dengan Aroma dan Tekstur

Tanaman pengusir ular bekerja dengan memanfaatkan indra penciuman reptil yang sangat sensitif. 

Beberapa jenis tanaman mengeluarkan aroma kuat yang mengganggu, sementara lainnya memiliki tekstur fisik yang dihindari ular.

1. Serai Wangi (Lemongrass)

Aroma sitrus yang kuat dari serai wangi sangat tidak disukai ular. 

Selain mengusir ular, serai wangi juga efektif mengusir serangga.

2. Lidah Mertua (Sansevieria)

Daun lidah mertua yang kaku dan tajam menjadi penghalang fisik yang tidak nyaman bagi ular. 

Tanaman ini juga mudah dirawat dan dapat tumbuh di berbagai kondisi.

3. Bawang Putih (Garlic)

Bau sulfur yang menyengat dari bawang putih membuat ular enggan mendekat. 

Menanam bawang putih di sekitar rumah dapat membantu menjaga area tersebut bebas dari ular.

4. Marigold (Tagetes)

Bunga marigold memiliki aroma tajam dari akarnya yang mengganggu ular. 

Selain itu, warna cerah bunga ini juga dapat mempercantik halaman rumah.

5. Pandan Wangi (Pandanus)

Aroma khas pandan wangi yang kuat dipercaya dapat mengganggu sistem penciuman ular, sehingga ular akan menjauhi area di sekitar tanaman ini.

6. Lavender

Lavender mengandung linalool, senyawa yang menghasilkan aroma lembut namun tajam bagi ular. 

Baca juga: Perjuangan Tim Damkartan Kota Jambi di Celah Sempit saat Evakuasi Ular Sanca

Baca juga: Wajah Baru Pasar Jambi: Kawasan Wisata Kota Tua Resmi Jadi Ikon Kuliner

Menanam lavender sebagai pagar alami dapat membantu mengusir ular.

7. Kemangi (Holy Basil)

Kemangi memiliki bau kuat yang bisa membuat ular menjauh. 

Selain sebagai pengusir ular, kemangi juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

8. Kaktus

Duri-duri runcing pada kaktus membuat ular enggan merayap di dekatnya. 

Menanam kaktus di sekitar rumah dapat menjadi penghalang alami bagi ular.

Di tengah ancaman ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi terus mensosialisasikan layanan darurat melalui Call Center Bahagia. 

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menegaskan bahwa setiap laporan ditangani dengan prinsip 5T (Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas).

“Masyarakat bisa menghubungi call center Damkar melalui WhatsApp di nomor 0811-7113-113 atau layanan darurat 112. Ini bagian dari program ‘Bahagia’ untuk memastikan pelayanan cepat, tanggap, dan gratis,” tegas Mustari.

Laporan Evakuasi Satwa Liar di Wilayah Jambi

Berikut beberapa evakuasi ular di wilayah Jambi dalam catatan Tribunjambi.com:

Kampung Bugis, Kelurahan Aur Kenali (Minggu, 29/3/2026)

Seekor ular sanca batik seberat 11 kilogram dengan panjang 2,5 meter dievakuasi dari bawah lantai cor sebuah rumah. 

Proses evakuasi berlangsung dramatis selama 32 menit, di mana petugas Damkartan Kota Jambi terpaksa menggunakan godam untuk membongkar beton dan menebang pohon karena akar kayu menjadi benteng pertahanan terakhir ular tersebut.

Jalan Ibrahim, Lorong Sekuntum, Alam Barajo (Rabu, 25/3/2026)

Petugas Regu 3 Pos Alam Barajo berhasil mengamankan ular sanca sepanjang 3,5 meter dengan berat sekitar 10 kilogram.

Laporan yang diterima pada malam hari tersebut segera ditindaklanjuti menggunakan grab stick khusus, memastikan area pemukiman kembali aman dalam waktu singkat.

Desa Rengas Bandung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Selasa, 24/3/2026):

Suasana silaturahmi Idulfitri di kediaman warga bernama Nasir berubah mencekam saat seekor ular kobra masuk ke dalam rumah pada pukul 20.15 WIB. 

Tim Damkarmat Muaro Jambi melakukan evakuasi dengan prosedur snake handling yang sangat hati-hati mengingat kobra memiliki respons serangan yang cepat dan berbisa tinggi.

RT 08 Desa Mendalo Darat, Jambi Luar Kota (Selasa, 13/1/2026)

Warga dikejutkan dengan keberadaan ular sanca sepanjang 4 meter yang bersembunyi di plafon sebuah gudang bangunan. 

Baca juga: Geger di Aur Kenali Kota Jambi saat Subuh, Ular Sanca Sembunyi di Lantai Rumah

Baca juga: SNBT 2026: Intip 10 Jurusan Sepi Peminat di PTN Sumatera dan Universitas Jambi

Lima personel Damkartan Muaro Jambi harus melakukan aksi evakuasi bertahap menggunakan metode tali tambang untuk menurunkan ular besar tersebut dari posisi sempit di ketinggian plafon.

Warga Tewas Dililit Ular Piton

Suasana duka menyelimuti Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. 

Seorang warga setempat berinisial IL (Ilyas), yang dikenal sebagai sosok ramah dan tokoh yang dihormati, ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban keganasan ular piton raksasa pada Senin (16/3/2026).

Peristiwa tragis ini bermula sekira pukul 15.45 WIB sore. 

Kepala Desa Rambutan Masam, A Roni, mengonfirmasi warganya tersebut tewas saat sedang beraktivitas di kebun. 

Menurut keterangannya, kejadian bermula saat korban pergi menderes karet di area belakang desa, tepatnya di dekat kawasan persawahan.

Berdasarkan keterangan warga, korban tak berdaya menghadapi lilitan mematikan ular jenis Python Reticulatus.

Mendengar kabar memilukan tersebut, puluhan pemuda dan warga desa langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian di kebun karet. 

Dengan penuh kekompakan, mereka menyisir area sekitar untuk mencari keberadaan reptil pemangsa tersebut.

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @kabarjambikito.id memperlihatkan momen mencekam tersebut.

Saat warga menemukan ular yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 5 meter tersebut langsung meluapkan amarahnya. 

Amarah warga pun tak terbendung saat melihat predator itu.

"Ular ini telah melilit warga Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari hingga meninggal dunia," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Dalam video itu, tampak warga melampiaskan kemarahan dengan memukuli ular tersebut menggunakan kayu panjang. 

"Warga berhasil menangkap ular Python Reticulatus. yang melilit warga," bunyi keterangan lain yang disematkan dalam video. 

Setelah upaya yang menegangkan, ular besar tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh massa.

Kematian IL meninggalkan luka mendalam bagi warga Desa Rambutan Masam. 

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan dan perkebunan untuk selalu waspada terhadap ancaman hewan liar, terutama di musim-musim tertentu.

 

Cara Menanam Tanaman Pengusir Ular

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, berikut adalah beberapa tips menanam tanaman pengusir ular:

  • Tanam tanaman di sepanjang pagar, sudut rumah, atau dekat pintu masuk untuk menciptakan penghalang yang efektif.
  • Pastikan tanah memiliki drainase yang baik, terutama untuk tanaman seperti lavender yang tidak menyukai tanah yang terlalu basah.
  • Lakukan perawatan rutin seperti penyiraman dan pemangkasan untuk menjaga tanaman tetap sehat dan efektif dalam mengusir ular.

Mengapa Tanaman Efektif Mengusir Ular?

Efektivitas tanaman dalam mengusir ular berasal dari kemampuan mereka menghasilkan aroma yang tidak disukai oleh ular.

Ular sangat bergantung pada indra penciuman untuk mencari mangsa dan menghindari bahaya.

Aroma kuat dari tanaman-tanaman ini dapat mengganggu indra penciuman ular, membuat mereka merasa tidak nyaman dan menjauhi area tersebut.

Selain aroma, tekstur tanaman juga berperan. Tanaman dengan daun yang tajam atau duri dapat menjadi penghalang fisik yang tidak disukai ular.

Pertanyaan Umum Seputar Tanaman Pengusir Ular

Apakah semua tanaman pengusir ular aman untuk hewan peliharaan?

Sebagian besar tanaman pengusir ular aman untuk hewan peliharaan, namun ada beberapa yang bisa menyebabkan iritasi jika tertelan. Sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu sebelum menanam tanaman tertentu jika memiliki hewan peliharaan.

Seberapa sering saya harus mengganti tanaman pengusir ular?

Tanaman pengusir ular tidak perlu sering diganti. Perawatan rutin seperti penyiraman, pemangkasan, dan pemupukan akan membantu menjaga tanaman tetap sehat dan efektif dalam mengusir ular.

Apakah tanaman pengusir ular sepenuhnya menjamin rumah bebas dari ular?

Meskipun tanaman pengusir ular efektif, mereka tidak sepenuhnya menjamin rumah bebas dari ular. Sebaiknya kombinasikan dengan tindakan pencegahan lain seperti menjaga kebersihan halaman, menutup celah atau lubang di rumah, dan menghilangkan sumber makanan ular.

 

Baca juga: SNBT 2026: Intip 10 Jurusan Sepi Peminat di PTN Sumatera dan Universitas Jambi

Baca juga: Wajah Baru Pasar Jambi: Kawasan Wisata Kota Tua Resmi Jadi Ikon Kuliner

Baca juga: Jambi Top 7 Jambi 4 April 2026, Agit Terancam Hukuman Mati

Baca juga: 17 Kecamatan di Jambi Waspada Cuaca Buruk Malam Ini hingga Pukul 21.00 WIB

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.