Korban Dugaan Penipuan Oknum Guru SMK Negeri di Palembang Bertambah, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Odi Aria April 04, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG–Korban dugaan penipuan yang dilakukan oknum guru SMKN 1 Palembang berinisial FY terus bertambah.

Setelah sebelumnya seorang ibu rumah tangga mengalami kerugian Rp89 juta akibat modus penukaran uang THR, kini korban baru kembali muncul.

FY, sebelumnya juga telah dilaporkan ke Polda Sumsel, lantaran dugaan melakukan penggelapan uang mencapai Rp1,1 miliar milik dari lebih 50 orang dengan modus jasa penukaran uang pecahan kecil. 

Korban tersebut adalah Agus Purnomo (50), seorang buruh angkut yang harus kehilangan emas sebanyak 40 suku yang telah ia kumpulkan sejak tahun 2001.

Tak tanggung-tanggung, nilai emas yang dijual mencapai sekitar Rp604 juta.

Agus mengaku, peristiwa itu bermula saat dirinya dihubungi oleh FY melalui WhatsApp pada 15 Maret 2026.

Saat itu, terlapor mengaku membutuhkan dana Rp650 juta untuk keperluan penukaran uang baru, namun kekurangan modal.

“Terlapor menelepon saya lewat WA, bilang ada order penukaran uang baru tapi kurang modal. Dia mau pinjam Rp650 juta,” ujar Agus, Sabtu (4/4/2026).

Karena tidak memiliki uang tunai sebesar itu, Agus kemudian menawarkan emas miliknya sebanyak 40 suku.

Mendengar hal tersebut, FY langsung membujuk korban dan meyakinkan bahwa uang akan dikembalikan dalam waktu dua hari.

Bahkan, ia menjanjikan keuntungan sebesar Rp180 juta yang disebut akan dibagikan kepada siswa sebagai THR.

“Katanya akan dikembalikan dua hari, dan keuntungannya untuk anak-anak. Karena kami sudah kenal dekat, saya percaya,” katanya.

Keesokan harinya, FY mendatangi rumah Agus di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Palembang.

Saat itu, korban diminta untuk menjual emas tersebut.

Agus pun menjual emasnya di kawasan Pasar Kuto, dengan nilai sekitar Rp604 juta.

Uang hasil penjualan kemudian langsung ditransfer ke rekening terlapor.

Namun, hingga kini uang tersebut tak kunjung dikembalikan.

Agus mengaku sangat terpukul karena emas tersebut merupakan tabungan masa depan anak-anaknya.

“Saya ingin anak-anak saya punya masa depan lebih baik. Saya nabung emas sedikit demi sedikit, walau kadang makan pun susah,” ujarnya sambil menangis.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bima Sakti membenarkan adanya tambahan korban dalam kasus ini.

Perwakilan LBH, M Novel Suwa, mengatakan pihaknya telah membuka posko pengaduan dan akan mendampingi para korban.

“Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar, dengan jumlah korban lebih dari 50 orang,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, pihaknya akan segera melaporkan kasus ini ke Polda Sumsel dengan membawa bukti lengkap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.