SURYAMALANG.COM, MALANG - Pelatih Arema FC Marcos Santos membuat strategi yang cukup mengejutkan saat menghadapi Malut United di lanjutan kompetisi Super League 2025-2026 pada Jumat (3/4/2026).
Ia menerapkan strategi dengan tidak menggunakan striker murni dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang itu.
Dalam laga tersebut, Arema FC menggunakan formasi 5-4-1.
Gustavo Franca yang kerap bermain sebagai gelandang serang dimainkan seorang diri di depan sebagai penyerang lubang.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Marcos Santos memang sengaja memasang Gustavo Franca di lini depan bukan sebagai pemain di nomor sembilan atau penyerang murni.
Namun sebagai bagian taktik dalam mengecoh lini pertahanan Malut United yang dikenal cukup kokoh.
"Dia (Franca) tidak bermain sebagai penyerang tengah, dia bermain sebagai gelandang. Itu adalah masalah taktik dalam melihat permainan, penempatan posisi di mana dia bermain di belakang gelandang lawan, jadi dia bukan penyerang tengah," ucapnya Marcos Seusai pertandingan.
Baca juga: Nostalgia Arthur Cunha ke Kanjuruhan, Rindu Atmosfer Aremania dan Saksikan Arema FC Vs Malut United
Meskipun didapuk seorang diri di lini depan, namun Gustavo Franca mampu menunjukkan penampilan gemilang di laga ini.
Ia kerap menciptakan peluang, melalui akurasi sepakannya dan penempatan posisi yang cukup baik di depan gawang lawan.
Bahkan, hasil sepak pojok dari mantan pemain Persija Jakarta itu turut berkontribusi pada satu gol Arema FC yang diciptakan dalam pertandingan tersebut.
Untuk itu, pemain berusia 27 tahun itu didapuk sebagai pemain terbaik dalam laga Arema FC Vs Malut United.
"Hari ini kami memutuskan untuk bermain tanpa penyerang tengah karena kami membutuhkan tim yang lebih cepat, dengan mobilitas yang lebih besar karena lini pertahanan mereka yang sangat kuat," ujar Marcos.
Dalam pertandingan tersebut, Arema FC menerapkan strategi yang terorganisir di lini pertahanan dengan serangan balik cepat.
Strategi tersebut mampu menciptakan beberapa peluang emas meskipun tidak berbuah gol.
Banyaknya pemain Arema FC yang absen di laga ini membuat Marcos Santos menerapkan taktik tersebut.
Hal itulah yang menjadi alasan, kenapa Gustavo Franca di pasang sebagai ujung tombak, meskipun ia bermain tidak sebagai penyerang murni.
"Rencana kami adalah melakukan transisi cepat. Kami harus merombak itu karena kami kehilangan tujuh pemain yang enam di antaranya adalah pemain asing,"
"Dan kami hampir memenangkan pertandingan dengan pendekatan taktik tersebut," ungkapnya.
Untuk itu, Marcos memilih menerapkan strategi bertahan, karena ia mengetahui, Malut United memiliki pemain yang cepat di lini depan.
Ia pun cukup bangga dengan anak asuhnya, meskipun gagal meraih poin penuh di laga tersebut.
Menurutnya, apa yang telah ia instruksikan di latihan telah dijalankan dengan baik oleh Gustavo Franca Dan kawan-kawan.
Maka tak heran, jika pelatih berkebangsaan Brasil tersebut memuji jerih payah pemain yang dianggap telah bermain cukup baik dalam pertandingan ini.
"Para pemain pantas mendapatkan pujian karena mereka telah bermain baik pada hari ini,"
"Jika harus ada pemenang. Tentu Arema yang jadi pemenangnya,"
"Dan kami hampir memenangkan pertandingan itu melawan tim peringkat empat di liga," tandasnya.
Baca juga: Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1 di Kanjuruhan, Marcos Santos Soroti Penalti David da Silva