TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri Kongres Rakyat Balanipa Mandar di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfud, Desa Leko Padis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (4/4/2026).
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Anggota DPR RI Ajbar Abdul Kadir, Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Bupati Polman Samsul Mahmud, serta tokoh masyarakat dan perangkat adat Balanipa.
Dalam sambutannya, Suhardi Duka menegaskan bahwa Balanipa memiliki dasar sejarah yang kuat.
Baca juga: BMKG Catat Puluhan Gempa di Sulawesi dan Sekitarnya, Magnitudo Kecil hingga 3,5
Baca juga: Kerajaan Balanipa Sambangi Gubernur Sulbar SDK di Momen Idulfitri 1447 H, Sampaikan Aspirasi
“Balanipa ini adalah fakta sejarah. Sudah menjadi kerajaan sebelum kemerdekaan sejak abad ke-17 di bawah kepemimpinan Raja I Manyambungi,” ujarnya.
Ia menyebut perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa telah berlangsung lama dan kini berada pada tahap kebijakan nasional.
Suhardi juga mengungkap pengalamannya saat terlibat dalam pemekaran daerah, termasuk Mamuju Tengah.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi kunci dalam memperjuangkan pemekaran wilayah.
Suhardi Duka menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat siap memberikan dukungan.
Namun, ia meminta dokumen pendukung segera diperbarui, termasuk naskah akademik.
“Jika naskah akademiknya sudah diperbarui, segera dibawa ke provinsi. Kami akan bantu proses persetujuannya bersama DPRD,” katanya.
Bupati Polman, Samsul Mahmud, mengapresiasi kehadiran Gubernur dalam kongres tersebut.
Ia menyebut pemekaran daerah dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini momen bersejarah. Kita berharap Kabupaten Balanipa bisa segera terwujud,” ujarnya.
Ketua Komite Aksi Pembentukan (KAP) Kabupaten Balanipa, Mujirin M Yamin, mengatakan kongres berlangsung selama tiga hari.
Kegiatan diawali dengan kemah pemuda dan diakhiri dengan puncak acara kongres.
Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan mendapat respons positif dari berbagai pihak.
“Semoga kita semua bersatu memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Balanipa,” ucapnya.
Mujirin menambahkan Balanipa memiliki nilai sejarah dan potensi sumber daya yang besar.
Wilayah yang diusulkan menjadi Kabupaten Balanipa meliputi Kecamatan Luyo, Campalagian, Balanipa, Tinambung, Alu, Limboro, dan Tutar.
Pada kongres tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti sebagai bentuk komitmen bersama.
Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Sulbar, Bupati Polman, dan KAP Balanipa, disaksikan masyarakat yang hadir. (*)