Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola keuangan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut. Hal tersebut dinilai bukan sekadar capaian administratif, tetapi penegasan tata kelola berjalan pada jalurnya.
UT memastikan hal tersebut melalui Exit Meeting Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 yang digelar secara hybrid pada Rabu (1/4), di UT Pusat dan melalui platform Zoom.
Sejak menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), konsistensi ini menjadi sinyal kuat bahwa standar akuntabilitas di UT tidak hanya dijaga, tetapi juga dijalankan secara disiplin.
Manajer Hubungan Masyarakat dan Layanan Terpadu pada Pusat Komunikasi Publik dan Kerjasama, Roman Hadi Saputro mengatakan sejak awal forum exit meeting dirancang bukan sekadar penutup proses audit.
"Sejak awal, forum exit meeting ini memang dirancang bukan sekadar sebagai penutup proses audit. Di dalamnya, terdapat ruang untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan telah memberikan gambaran utuh, baik dari sisi hasil maupun proses yang melatarbelakanginya. Dengan begitu, capaian yang diperoleh tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan sistem yang menopangnya", ujarnya, dalam keteragan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Roman Hadi menambahkan proses audit ini berlangsung selama 141 hari yang dilakukan dengan pendekatan komprehensif dan pemeriksaan mencakup berbagai komponen utama.
"Proses audit yang berlangsung selama sekitar 141 hari dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif. Pemeriksaan mencakup berbagai komponen utama dalam laporan keuangan UT tahun anggaran 2025, mulai dari penerimaan, pengeluaran, investasi, hingga pengelolaan aset. Selain itu, pengujian terhadap pengendalian umum teknologi informasi atau IT General Controls turut dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan mampu menjamin keandalan data dan pelaporan", tambahanya.
Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, laporan keuangan UT dinilai telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia. Namun yang menarik, kekuatan capaian ini justru terletak pada konsistensi proses yang mengiringinya.
Kesiapan unit kerja, kelengkapan data, serta koordinasi lintas fungsi yang berjalan efektif menjadi elemen penting yang mendukung kelancaran audit.
Di titik ini, capaian WTP tiga tahun berturut-turut menemukan makna secara lebih itu. Hal itu tidak hanya merefleksikan kepatuhan terhadap standar, tetapi juga menunjukkan bahwa prinsip Good Corporate Governance telah terintegrasi dalam praktik kerja sehari-hari.
Sebagai PTN-BH, UT tidak hanya dituntut mandiri, tetapi juga dituntut mampu mempertanggungjawabkan setiap pengelolaan sumber daya secara terbuka, dan hal tersebut tercermin melalui hasil audit yang konsisten.
Konsistensi tersebut sekaligus memperkuat peran UT dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, UT berkontribusi pada penguatan pendidikan berkualitas serta pembangunan institusi yang kredibel dan berkelanjutan.
Di saat yang sama, hal ini memastikan bahwa perluasan akses pendidikan tinggi yang menjadi mandat UT tetap berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan.
Ia juga menegaskan capaian ini tidak hanya sekadar catatan tahuna tetapi menjadi penanda arah dan sekaligus standar yang harus dijaga.
"Pada akhirnya, capaian ini tidak berhenti sebagai catatan tahunan. Ia menjadi penanda arah sekaligus standar yang harus terus dijaga. Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus bergerak, UT memperlihatkan bahwa pertumbuhan institusi tidak hanya ditentukan oleh inovasi layanan, tetapi juga oleh kekuatan sistem yang menopangnya," tuturnya.
Dengan fondasi tersebut, langkah UT ke depan menjadi semakin terarah. Bukan hanya memperluas jangkauan pendidikan jarak jauh, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses di dalamnya berjalan dengan integritas yang kuat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) UT Prof. Chanif Nurcholis, para Wakil Rektor, Sekretaris Majelis Wali Amanat UT Ake Wihadanto, serta jajaran pimpinan UT Pusat dan UT Daerah yang mengikuti secara daring.
Dari pihak auditor, KAP BDO Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Engagement Partner Sutomo, Manager Filbert Suwita, Auditor in Charge Jaka Mulya, Auditor Novianti Tri Wardhani dan Muh. Rizki Putrangga Septiawansyah, serta tim IT Expert Widi Astuti dan Della Angelina yang terlibat langsung dalam keseluruhan proses audit.





