Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 310 titik panas di Provinsi Riau dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 273 titik.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Yasir P menyampaikan, selain di Bengkalis titik panas juga ada di Kabupaten Pelalawan (15), Kota Dumai (9), Inderagiri Hulu (3), Indragiri Hilir (2), serta di Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru masing-masing satu.
"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (4/4) pukul 07.00 WIB," katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Sabtu.
Sementara itu, di Pulau Sumatera terdeteksi 405 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian Sumatera Selatan (30), Kepulauan Bangka Belitung (24), Jambi (21), Kepulauan Riau (14), Aceh dan Sumatera Utara masing-masing-masing dua, serta satu di Bengkulu dan Lampung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau menyebut, dari beberapa daerah yang ditemukan titik panas, yang merupakan titik api ada di Bengkalis dan Pelalawan. Untuk di Kabupaten Pelalawan titik api berada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, namun sudah memasuki tahap pendinginan dan masih ditemukan asap.
Untuk di Kabupaten Bengkalis terdapat di dua lokasi yakni di Desa Titi Akar Kecamatan Rupat utara, di mana kondisinya masih ada titik api dan asap. Kemudian juga di Desa Teluk Lancar Kecamatan Bantan serta di Desa Sekodi dan Desa Palkun Kecamatan Bengkalis.
"Kondisinya masih ada titik api dan asap tebal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau Edy Afrizal.
Untuk upaya yang saat ini sedang dilakukan, selain melakukan pemadaman dengan tim darat, pihaknya juga sudah dilakukan "water bombing" di lokasi. Selain itu juga pengerahan alat berat untuk Pembuatan sekat bakar dan embung, serta kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).





