Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta, Polda Metro Jaya, mengerahkan 90 personel gabungan untuk mengamankan kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

"Dari Polresta Bandara mempersiapkan 90 personel gabungan untuk pengamanan kedatangan tiga jenazah TNI dari Libanon," ucap Kepala Polresta Bandara Soetta Komisaris Besar Polisi Wisnu Wardana kepada ANTARA di Tangerang, Sabtu.

Ia mengatakan personel pengamanan itu terdiri atas anggota Polri, Avsec hingga satuan TNI. Personel pengamanan difokuskan pada titik jalur perlintasan kedatangan rombongan jenazah prajurit TNI dari pasukan perdamaian PB tersebut.

Adapun untuk simpul pengamanan itu, yakni mulai dari titik awal kedatangan, kemudian di jalur lalu lintas menuju Terminal 3 Bandara Soetta hingga di lokasi upacara penghormatan di Terminal VVIP.

"Kalau Pak Presiden hadir, yang menjadi leading sector pengamanan dari TNI. Jadi, kami hanya back up pengamanan di beberapa titik saja," jelasnya.

Wisnu memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, hingga saat ini aman dan kondusif.

Berdasarkan agenda pemulangan tiga jenazah prajurit TNI, mulai dengan diterbangkan dari Turki pada Sabtu sore, dengan ketibaan melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ketiga jenazah tersebut diterbangkan menggunakan pesawat Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056 dari Istanbul, Turki, dan diperkirakan mendarat pada pukul 17.35 WIB.

Setibanya di tanah air, akan dilaksanakan upacara penyambutan sekaligus persemayaman yang rencananya dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di Terminal 3 VVIP Bandara Soekarno Hatta sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk disemayamkan sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI, yakni Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

Pada Kamis (2/4), UNIFIL telah memberikan penghormatan terakhir untuk tiga prajurit tersebut. Upacara dilaksanakan di Hanggar Lebanese Air Force Beirut dipimpin langsung oleh Force Commander (FC)/Head of Mission l UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara.

Upacara memorial tersebut juga dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon beserta jajaran KBRI, Atase Pertahanan (Athan) RI di Kairo, perwakilan United Nations Headquarters (UNHQ) New York, serta unsur militer Lebanon dan kontingen internasional.