TRIBUNJATIM.COM - Tawa pasutri di Sampang mendadak berubah pahit setelah sadar jika mereka ditangkap polisi.
Saat itu, polisi datang sambil mengucapkan selamat ulang tahun ke pasangan suami istri tersebut.
Namun ternyata, ucapan ulang tahun ini hanya prank dari polisi.
Kejutan ini dilakukan oleh polisi di Madura yang akan menangkap pelaku pencurian motor.
Baca juga: Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan 2 Maling Motor Petani di Pinggir Sawah Balongpanggang Gresik
Pasutri itu ditangkap di sebuah kos-kosan di Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, atas dugaan pencurian motor milik petani.
Sebelum ditangkap, penyidik memberikan kejutan ulang tahun kepada pelaku.
Dalam sebuah rekaman video terlihat sekelompok anggota polisi mendatangi kamar pasutri tersebut.
Sambil menyanyikan lagu ulang tahun, polisi masuk ke dalam kamar pelaku tanpa adanya perlawanan.
Bahkan, pelaku semula tak curiga dengan kedatangan petugas.
Pelaku juga sempat tertawa karena mengira dirinya sedang diberi hadiah ulang tahun.
Hingga akhirnya tawa itu berubah pahit.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan, dua pelaku itu yakni M (38), warga Kabupaten Sampang, bersama istri sirinya, UH (49), warga Kabupaten Bangkalan.
"Keduanya ditangkap oleh petugas di rumah kosnya saat keduanya sedang istirahat," ungkapnya, Jumat (3/4/2026), melansir dari Kompas.com.
Aksi pelaku terungkap setelah melakukan pencurian terhadap motor milik salah satu petani di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang.
Keduanya bekerja sama untuk melakukan pencurian dan membawa kabur motor korban.
Dari kejadian itu, korban melapor pada polisi dan menyebutkan ciri-ciri pelaku.
Dua pelaku itu akhirnya ditangkap oleh petugas.
Berdasarkan keterangan dua pelaku, aksi pencurian motor itu tak hanya pertama kali dilakukan, namun sudah dilakukan di belasan TKP berbeda.
"Mereka sudah beraksi di 11 TKP berbeda di Kabupaten Sampang," ungkapnya.
Pasutri tersebut juga mengaku melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, keduanya tidak bekerja.
"Kami masih terus dalami kasus ini," kata Eko.
Pengakuan Sincan kesulitan saat menggasak motor kunci setang kanan.
Sincan mengaku tidak pernah bisa menggondol motor kunci setang kanan tersebut.
Menurutnya, ada kesusahan ketika dirinya mencuri motor tersebut, padahal biasanya hanya butuh waktu 5 menit untuk mencuri motor.
Sincan yang bernama asli Muhammad Imaduddin Bahtiar (26) itu mengaku pernah menggondol 17 kendaraan dari tempat kejadian perkara (TKP) berbeda-beda.
Ia merupakan residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Baca juga: Kepergok Aksi Nekat Maling Motor di Warkop Malang Saat Nobar Timnas Indonesia vs Irak
Menurut Sincan, dalam pengalamannya mencuri tidak pernah berhasil mencuri kendaraan sepeda motor apabila kendaraan dikunci ganda dan setang diarahkan ke kanan atau kunci setang kanan.
"Kunci setang ke kanan itu paling susah, tidak pernah bisa (berhasil mencuri)," kata Sincan, saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Demak, Rabu (15/10/2025) kemarin.
Sejauh ini dalam aksinya, Sincan memanfaatkan kunci palang Y, kunci T, mata kunci T, kunci L, dan kunci inggris.
Untuk menggasak satu kendaraan ia setidaknya membutuhkan waktu 5 menit.
"Ya sekitar lima menitan bisa, setang kanan susah," ungkapnya.
Seolah tak kapok, ia kembali berurusan dengan polisi setelah melakukan pencurian di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kecamatan Mranggen, Demak pada Senin (29/10/2025).
Atas kasus ini ia ditangkap bersama rekannya Angga Aditya (25) yang berperan memantau lokasi.
Sedangkan satu orang lainnya Yoga ditetapkan buron.
Motor dan alat pencurian jadi barang bukti
Dari tangan pelaku, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Demak mengamankan barang bukti dua unit kendaraan jenis Bear nomor polisi H 4831 BNE serta alat yang digunakan untuk mencuri.
Mereka disangkakan Pencurian dengan Pemberatan Pasal 363 Ayat (2) KHUP.
"Diancam pidana paling lama 9 tahun penjara," kata Kasatreskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, Rabu.
Dia juga mengimbau masyarakat agar selalu hati-hati dan menggunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan agar terhindar dari pencurian.
Kata Technical Service Astra Honda Motor
“Tapi memang kalau menghadap ke kanan lebih susah dicuri,” kata Endro Sutarno kepada Kompas.com.
Ia menjelaskan, ketika setang motor dikunci ke arah kanan, posisi setang akan berada di atas lubang kunci.
Posisi inilah yang akan menyulitkan maling ketika hendak melakukan kejahatan pencurian.
Hal itu karena posisi ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencungkil kunci kontak kendaraan ketimbang setang motor mengarah ke kiri.
Hal itu karena posisi ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencungkil kunci kontak kendaraan ketimbang setang motor mengarah ke kiri.
Namun, menurut dia, baik itu ke arah kiri atau kanan, sebenarnya motor tetap bisa dibobol.
Hanya saja, untuk motor matik atau bebek, posisi kunci di bawah setang sehingga saat dikunci ke arah kanan, menutup keleluasaan orang untuk mencungkil bagian kuncinya.
Kepala bengkel ikut membenarkan
Ditemui Kompas.com, Jumat (26/1/2018), Kepala Bengkel Resmi AHASS PT Murni Motor Bogor Haryanto mempraktekan sulitnya memasukan kunci T ke lubang kunci jika setang dikunci ke kanan.
Kunci T adalah perangkat perbengkelan yang kerap digunakan maling motor untuk beraksi.
Dari yang Haryanto praktekan ke salah satu Honda Beat, posisi setang ke kanan membuat setang motor menjadi sedikit menutup lubang kunci. Sehingga cukup menyulitkan untuk memasukan kunci T.
Menurut Haryanto, posisi setang ke kanan lebih membuat maling menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk membobol kunci motor.
Berbeda halnya jika posisi setang dikunci ke kiri.
Di posisi ini, lubang kunci tidak tertutup oleh setang. Sehingga waktu untuk membobol lubang kunci relatif lebih cepat.
"Jadi posisi kunci setang ke kanan sebenarnya lebih bertujuan menghambat kerja maling," ucap Haryanto.
Tapi ini tidak berlaku buat jenis sepeda motor sport, yang memiliki lubang kunci di bagian atas.
Artinya, motor sport baik di kunci ke kanan atau ke kiri, lubang konci tetap bebas tidak tertutup setang.
Untuk lebih aman menjaga kendaraan saat parkir, ada baiknya tetap memasang kunci pengaman ganda yang sudah banyak dijual di pasaran.