Pasca Lebaran 2026, Penyakit Mulut dan Kuku di Kediri Melandai, Target Nol Kasus Akhir April
Samsul Arifin April 04, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Kediri menunjukkan penurunan signifikan pasca Lebaran 2026.

Pemerintah daerah mencatat mayoritas ternak yang terpapar kini telah sembuh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengungkapkan bahwa hingga Rabu (1/4/2026) sore, sebanyak 245 ekor sapi dinyatakan sembuh dari total 253 kasus yang tercatat.

"Alhamdulillah, dari total 253 kasus PMK, sebanyak 245 ekor sudah sembuh," jelasnya, Sabtu (4/4/2026). 

Berdasarkan data yang diberikan DKPP, saat ini hanya tersisa dua ekor sapi yang masih dalam kondisi sakit, sementara dua ekor lainnya dilaporkan mati akibat PMK.

Baca juga: Bupati Kediri Mas Dhito Kaji WFH ASN dan Perluasan CFD untuk Efisiensi BBM

Sebaran Kasus di Sejumlah Kecamatan

Secara sebaran wilayah, kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Ngancar dengan total 65 kasus, di mana dua ekor sempat dilaporkan mati dan 63 lainnya berhasil sembuh .

Selain itu, wilayah lain dengan jumlah kasus cukup tinggi antara lain Kecamatan Tarokan sebanyak 84 kasus dengan satu kematian dan 78 sembuh, serta Kecamatan Ringinrejo dengan 32 kasus yang seluruhnya telah pulih .

Beberapa kecamatan seperti Plemahan ada 14 Kasus, Purwoasri 8 kasus dan Badas 9 kasus, juga tercatat telah menunjukkan tingkat kesembuhan 100 persen tanpa kematian. 

Target Nol Kasus Akhir April

Tutik menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras petugas kesehatan hewan yang secara intensif melakukan penanganan, mulai dari pengobatan hingga pemantauan di lapangan.

Pihaknya juga menyebut, selain PMK, pemerintah daerah turut mewaspadai potensi penyebaran Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi.

"Target kami, pada akhir April 2026 nanti Kabupaten Kediri bisa mencapai nol kasus, baik PMK maupun LSD," tegasnya.

Baca juga: Lamongan Gempur PMK: 10 Ribu Dosis Vaksin Disuntikkan, Tim Medis Sisir Desa Pakai Sistem Jemput Bola

Upaya pengendalian terus dilakukan melalui pengawasan lalu lintas ternak, pemberian vitamin, serta edukasi kepada peternak agar segera melaporkan jika ditemukan gejala penyakit pada hewan ternaknya.

Di sisi lain, tren kasus PMK secara keseluruhan juga menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, seiring dengan intensifikasi penanganan oleh pemerintah daerah .

Meski demikian, Tutik mengimbau para peternak untuk tetap waspada dan tidak lengah, terutama pasca mobilitas tinggi selama momen Lebaran yang berpotensi meningkatkan risiko penularan.

"Kami minta peternak tetap disiplin menjaga kebersihan kandang dan segera melapor jika ada ternak yang menunjukkan gejala PMK," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.