TRIBUNKALTIM.CO - Gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Sabtu, 4 April 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini memiliki magnitudo cukup kuat dan dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Manado dan Kepulauan Talaud.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Baca juga: Perintah Prabowo dan Data Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Sulawesi Utara Hari Ini 2 April 2026
Berdasarkan laporan resmi BMKG, berikut detail gempa:
Gempa dirasakan di beberapa wilayah dengan skala MMI berbeda:
Skala III–IV MMI menunjukkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah, sementara II–III MMI terasa oleh sebagian orang dan benda ringan bergoyang.
Warga diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
Beberapa langkah yang disarankan:
BMKG menyediakan beberapa sumber resmi untuk memantau gempa bumi secara cepat dan langsung:
Baca juga: Barusan! Info BMKG Gempa Hari Ini Gorontalo, Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu Sulawesi Utara
1. Gempa Bumi Real-time BMKG – Menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.
2. Halaman Gempa Bumi Terkini BMKG – Informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
3. InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) – Situs inti untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.
4. Aplikasi Resmi Info BMKG – Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.
Baca juga: Baru Saja! Info BMKG Gempa Aceh Hari Ini, Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu di Indonesia
Berikut langkah mudah untuk cek gempa terkini:
1. Buka situs utama BMKG: https://www.bmkg.go.id/
2. Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.
3. Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.
4. Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.
Dengan aplikasi Info BMKG, Anda juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.
BMKG mengoperasikan jaringan seismograf luas dan sistem peringatan dini gempa serta tsunami untuk memberi informasi cepat dan akurat kepada publik.
Dalam sistem InaTEWS, informasi gempa dan potensi tsunami dapat terbit hanya dalam beberapa menit setelah gempa terjadi, dengan parameter seperti:
Info ini sangat penting untuk langkah keselamatan.
Baca juga: Perbedaan Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik, Pengertian Gunung Meletus
Berikut langkah keselamatan yang disarankan jika terjadi gempa:
Sebelum Gempa
Saat Gempa
Setelah Gempa
Dalam setiap rilis gempa bumi, BMKG tidak hanya menyebut magnitudo, tetapi juga menampilkan skala intensitas guncangan I–X.
Skala ini dikenal sebagai Skala Intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity), yang menggambarkan seberapa kuat gempa dirasakan di permukaan, bukan besar energi gempanya.
I: Tidak dirasakan manusia, hanya terekam alat seismograf.
II: Dirasakan sangat lemah oleh beberapa orang dalam kondisi diam.
III: Dirasakan nyata di dalam rumah, benda gantung sedikit bergoyang.
IV: Dirasakan banyak orang, pintu dan jendela berderik.
V: Hampir semua orang merasakan, barang ringan jatuh, jam dinding berhenti.
VI: Kerusakan ringan mulai terjadi, retak rambut pada dinding.
VII: Kerusakan sedang, bangunan kualitas rendah rusak.
VIII: Kerusakan berat, dinding runtuh, perabot besar bergeser.
IX: Kerusakan sangat berat, bangunan roboh sebagian besar.
X: Kehancuran hampir total, tanah retak, infrastruktur lumpuh.
Baca juga: Baru Saja Gempa Magnitudo 2,2 Guncang Barat Daya Dompu NTB, Cek Info Terkini BMKG
Penting Dipahami
Magnitudo ≠ Intensitas
Magnitudo: energi gempa (satu nilai).
Intensitas (I–X): dampak gempa di suatu lokasi (bisa berbeda tiap daerah).
Gempa magnitudo kecil bisa terasa kuat jika: