Tribunlampung.co.id, Siak - Sejak beberapa pekan terakhir, suasana di Kampung Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, sebenarnya sudah diwarnai bisik-bisik warga.
Ada kegelisahan yang pelan-pelan tumbuh setelah seorang nenek di kampung itu mengaku kehilangan uang dalam jumlah besar dari rumahnya.
Uang puluhan juta rupiah itu hilang tanpa jejak. Bagi warga sekitar, kejadian tersebut terasa janggal karena rumah korban jarang didatangi orang luar.
Kecurigaan perlahan mengarah kepada seseorang yang justru masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban. Nama cucunya sendiri mulai sering disebut dalam percakapan warga.
Beberapa warga bahkan mengaku sudah lama melihat gelagat yang membuat mereka khawatir.
Baca juga: Nenek di Siak Tewas Secara Tragis, Diduga Dibunuh Cucu Demi Uang Rp15 Juta
Tekanan ekonomi hingga kabar soal pergaulan pelaku disebut-sebut menjadi latar belakang yang membuatnya sering membutuhkan uang.
Tak ada yang menyangka, kecurigaan yang semula hanya menjadi bahan pembicaraan di kampung kecil itu akhirnya berujung pada tragedi yang mengguncang seluruh warga.
Dikutip dari TribunPekanbaru.com, tragedi pembunuhan tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026) malam di Dusun 02, RT 12, RW 02 Kampung Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
Korban yang merupakan seorang lansia ditemukan tewas di rumahnya dengan luka di bagian leher.
Korban sebelumnya juga dilaporkan sempat kehilangan uang hingga Rp40 juta pada bulan lalu yang diduga dicuri oleh cucunya sendiri, Iqbal Alfarizi.
Ketua Rukun Kampung Suka Mulya, Sampurna, mengatakan bahwa kecurigaan terhadap pelaku sebenarnya sudah muncul sejak kejadian kehilangan uang tersebut.
“Bulan lalu korban kehilangan uang sebesar Rp40 juta, yang diduga dilakukan oleh pelaku yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah masyarakat juga beredar kabar bahwa pelaku diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba serta mengalami tekanan ekonomi.
Selain itu, pelaku juga disebut memiliki pasangan tidak resmi yang sedang hamil, yang diduga semakin menambah kebutuhan hidupnya.
“Di masyarakat memang sudah ada kecurigaan. Pelaku ini diduga pengguna narkoba, kemudian pasangannya juga sedang hamil, jadi dianggap selalu butuh uang,” jelasnya.
Puncak tragedi terjadi ketika korban ditemukan tewas di rumahnya sendiri pada Kamis malam. Warga mulai curiga karena selama satu hari penuh tidak ada aktivitas di rumah korban.
“Diketahui setelah maghrib menjelang Isya, karena satu hari tidak terlihat aktivitas di rumah,” kata Sampurna.
Dugaan sementara, pelaku nekat menghabisi nyawa neneknya karena tidak diberikan uang.
Setelah melakukan aksinya, pelaku juga diduga membawa kabur uang sekitar Rp8 juta serta sejumlah perhiasan emas milik korban.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan tidak pernah memiliki masalah dengan lingkungan.
“Korban itu orangnya baik sekali, sangat-sangat baik,” tutur Sampurna.
Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian dan masih menjalani proses penyelidikan.
Warga Kampung Suka Mulya sendiri masih diliputi rasa syok, terlebih karena pelaku diduga merupakan cucu kandung korban sendiri.