Prajurit Yonif 514 Bondowoso Dilepas Ikuti Misi Perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon
Haorrahman April 04, 2026 09:38 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Ratusan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 514/Sabaddha Yudha resmi dilepas untuk mengikuti rangkaian tugas misi perdamaian dunia di Lebanon. Upacara pelepasan berlangsung di lapangan Yonif 514, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (4/4/2026).

Para prajurit tersebut akan tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL yang bertugas di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebelum diberangkatkan ke Lebanon, mereka terlebih dahulu mengikuti Pre-Deployment Training (PDT) di Bogor sebagai bagian dari persiapan teknis dan taktis.

Upacara pelepasan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso, di antaranya Komandan Kodim (Dandim) 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito dan Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Baca juga: Hindari Motor di Jalan Sempit, Truk Muatan Gabah Terguling ke Sawah di Grujugan Bondowoso

Kebanggaan Daerah Ikut Misi Perdamaian Dunia
Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan Yonif 514 dalam misi internasional tersebut. Menurutnya, penugasan ini menjadi bukti kontribusi daerah dalam mendukung peran Indonesia menjaga perdamaian dunia.

“Kami mewakili warga Bondowoso sangat antusias dan bersyukur karena ada satuan dari wilayah kita yang mewakili Indonesia dalam penugasan internasional di Lebanon,” ujarnya.

Baca juga: Penuh Haru, Saat Keluarga Melepas  Prajurit Yonif 514 ke Lebanon

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan doa serta dukungan kepada para prajurit yang akan menjalankan tugas di luar negeri.

Prajurit Diingatkan Waspada

Dalam kesempatan itu, Prawito mengingatkan para prajurit agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan tugas. Ia menilai kondisi di Lebanon tidak sepenuhnya kondusif sehingga disiplin dan kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP) menjadi hal yang sangat penting.

“Selalu waspada, disiplin, dan taati SOP yang berlaku. Yang paling utama, jangan lupa untuk selalu berdoa dan menyertakan Tuhan dalam setiap kegiatan,” ungkapnya.

Menurutnya, penugasan dalam misi perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi setiap prajurit TNI.

Baca juga: Bondowoso Perbaiki 114 Rumah Tidak Layak Huni pada 2026, Anggaran Rp20 Juta per Unit

“Penugasan adalah kebanggaan bagi seorang prajurit. Harga diri yang harus diperjuangkan dalam kondisi apa pun, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Prawito.

Sebelum berangkat ke wilayah misi, para prajurit akan menjalani pelatihan intensif di Bogor. Program Pre-Deployment Training (PDT) ini bertujuan mempersiapkan kemampuan teknis, taktis, serta pemahaman terhadap prosedur operasi dalam misi perdamaian PBB.

Pelatihan tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah konflik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.