BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Potensi munculnya kemarau panjang dengan panas yang ekstrem turut menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Tabalong.
DKP3 Kabupaten Tabalong turut memperhatikan perubahan musim ini agar tidak menimbulkan dampak yang buruk terhadap kondisi ketahanan pangan.
Kepala DKP3 Kabupaten Tabalong, Fahrul Raji, Sabtu (4/4/2026) siang, menyampaikan, adanya kemarau panjang bukan menjadi pengalaman pertama, karena sebelumnya sudah pernah mereka hadapi.
"Ini hampir sama dengan El Nino beberapa tahun lalu, sehingga jangan terlalu panik karena kemarin bisa hadapi ini," katanya.
Baca juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Banjar Waspadai Kekeringan hingga Karhutla
Meski begitu, Fahrul memastikan pihaknya tetap menyiapkan beberapa langkah untuk menghadapi datangnya kemarau panjang kali ini.
Di antaranya dengan melakukan sosialisasi ke para petani dan juga menjalin kerjasama dengan beberapa instansi terkait.
"Para petani diminta untuk melakukan pengecekan peralatan, seperti kelengkapan peralatan pompanisasi dan pipanisasi," katanya.
Langkah lainnya, para petani juga diimbau untuk mempercepat masa tanam agar tidak terlalu terdampak dengan adanya kemarau panjang yang ekstrem.
Baca juga: Waspada April - Oktober 2026 Kemarau Ekstrem Landa Indonesia, Munculnya Fenomena Godzilla El Nino
Untuk melakukan percepatan tanam ini, khususnya untuk padi, DKP3 Tabalong juga telah menyiapkan bantuan benih serta pupuk.
"Benihnya itu yang jangka waktu tanamnya juga tidak terlalu lama bisa panen," ujarnya.
Sementara untuk jenis hortikultura harus bisa menyesuaikan untuk melakukan budidaya dengan jenis tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air.
(banjarmasinpost.co.id/donyusman)