TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi petugas SPPG yang menginjak keranjang berisi buah melon hingga viral di media sosial turut menuai tanggapan dari musisi sekaligus aktivis, Melanie Subono.
Ia melontarkan kritik keras terhadap perilaku tersebut.
Melanie menilai tindakan itu tidak pantas, terlebih dilakukan di lingkungan kerja.
Melalui unggahan di media sosial, Melanie menyoroti pentingnya kesadaran dalam bekerja.
Ia mengingatkan bahwa mendapatkan pekerjaan saat ini bukan hal mudah.
Semestinya, setiap pekerja seharusnya menjaga sikap dan tanggung jawab.
"Kalau enggak dipecat sih enggak paham lagi. Tapi ya yang anu-anu amat juga kadang enggak dipecat. Enggak sadar apa, cari kerjaan itu susah," tulisnya.
Melanie juga menyinggung bahwa di era saat ini, hampir setiap aktivitas bisa terekam kamera sehingga tindakan yang dianggap sepele bisa berdampak luas.
"Sekarang kamera ada di mana-mana, harusnya lebih sadar diri," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia turut menyoroti etika dan sikap, terutama karena pelaku merupakan seorang perempuan.
"Anda ini PEREMPUAN loh. Ya laki juga salah cuma gue yang tiap kali berusaha "angkat" gender yang dah sering direndahkan ini ya kesel kalau gini," katanya.
Video seorang petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menginjak buah melon viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Dalam video yang beredar, petugas perempuan tersebut tampak berdiri di dekat keranjang plastik berisi melon sambil tertawa.
Ia tampak bercanda dengan orang lain.
Perempuan itu lalu menginjak dan menendang keranjang tersebut.
Aksi tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet yang menilai tindakan itu tak pantas, terlebih karena berkaitan dengan bahan makanan.
Menanggapi hal itu, petugas SPPG tersebut akhitnya buka suara dan memberikan klarifikasi.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tindakan menginjak melon tersebut tidak dilakukan dengan sengaja.
Ia menjelaskan, saat itu dirinya sedang memperagakan momen ketika ia sebelumnya terjatuh, sehingga gerakan tersebut terjadi tanpa maksud merusak atau melecehkan makanan.
Meski demikian, ia mengakui perbuatannya tetap tidak pantas dan bisa menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kejadian yang telah viral tersebut.
"Hal tersebut adalah tindakan yang buruk dan tidak pantas ditiru. Saya memahami ini bisa menimbulkan kekecewaan di masyarakat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya.
Ia juga menyebut peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya agar lebih berhati-hati dan menghargai segala hal di sekitarnya ke depan.
"Saya memahami, bahwa hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan juga kekecewaan di masyarakat. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati ke depannya dan lebih menghargai segala hal yang ada di sekitar saya. Terimakasih atas pengertian dan perhatiannya," pungkasnya.