Selanjutnya ada sosok yang berpeluang tandem dengan Ole Romeny di Timnas Indonesia.
Terakhir ada Cunha yang rindu atmosfer Aremania.
Berikut selengkapnya:
Ivan Rakitic, mantan pemain Barcelona yang kini malah mengunggulkan Real Madrid.
Alih-alih Ivan Rakitic memuji Barcelona, mantan pemain timnas Kroasia dan Sevilla ini malah meminta Barcelona untuk waspada dengan Real Madrid di Liga Champions 2025/2026.
Padahal Real Madrid bak merupakan musuh abadi Barcelona.
Performa Barcelona sendiri memang cukup meyakinkan di Liga Champions.
Baca juga: Rencana Cuci Gudang Bak Sinyal Real Madrid Bentuk "Los Galacticos" Baru
Lamine Yamal dkk. finis kelima di fase liga sehingga lolos otomatis ke babak 16 besar.
Setelahnya, Barca menggasak Newcastle United dengan agregat 8-3 untuk menjejak perempat final.
Duel sesama Spanyol menanti Barcelona.
Atletico Madrid jadi lawan berikutnya untuk memperebutkan satu tempat di empat besar.
Leg pertama akan digelar di kandang Barca pada Kamis (9/4) dini hari WIB, sebelum bertandang ke Metropolitano untuk melakoni leg kedua sepekan kemudian.
Barcelona masih mengejar trofi Liga Champions pertamanya sejak juara di 2014/2015 saat masih diperkuat Ivan Rakitic.
Pasukan Hansi Flick didesak agar fokus menjalani satu per satu pertandingan dan belajar dari kesalahannya ketika didepak Inter.
"Berdasarkan pengalaman musim lalu, kami tidak seharusnya berpikir terlalu jauh ke depan," ucap mantan gelandang Barcelona itu kepada Diario AS.
"Setahun lalu, kita semua mengira Barca akan tampil di final dan mengira duelnya di antara PSG dan Barca... dan ternyata tidak terwujud."
"Kami harus bekerja keras di setiap pertandingan dan memberikan kemampuan terbaik kami. Mudah-mudahan, kami bisa belajar dari kesalahan-kesalahan kecil di musim lalu," lanjut Ivan Rakitic.
"Mereka sudah pasti siap, tapi mereka harus memperlihatkannya," lugas dia tentang peluang juara Barcelona di Liga Champions.
Masih dalam konteks Liga Champions, Ivan Rakitic memiliki penilaian berbeda untuk Real Madrid.
Pria berusia 38 tahun itu mendukung Los Blancos, julukan Real Madrid, dan menegaskan bahwa kesuksesan mereka bukanlah suatu kebetulan.
Dalam opininya, Real Madrid akan mengalahkan Manchester City sudah dia prediksi sejak awal, meskipun banyak yang menganggap tim Inggris itu sebagai favorit di atas kertas.
“Setelah mereka diundi melawan City, saya mengatakan untuk mewaspadai Real Madrid. Banyak teman saya di Spanyol mengatakan saya sedikit menangis," tegasnya sembari tertawa.
"Bagi saya, Real Madrid adalah favorit. Tentu, jika Anda melihat tim-timnya, City mungkin tampak lebih unggul. Tetapi bagi saya, Real Madrid adalah favorit yang jelas," terang kompatriot Luka Modric.
"Mereka memiliki sejarah yang sangat kuat di Liga Champions. Dalam hal itu, itu tidak mengejutkan saya. Yang mengejutkan saya adalah hasil leg pertama. Dan di leg kedua, terutama dengan kartu merah, semuanya berjalan sesuai keinginan mereka, terlepas dari kenyataan bahwa mereka unggul dalam pertandingan tersebut,” ujarnya menambahkan.
Rakitic menunjuk pada kemampuan Madrid untuk mengendalikan momen-momen penting dan memanfaatkan kesalahan lawan sebagai faktor penentu kesuksesan mereka.
“Real Madrid mampu bermain melawan City sesuai keinginan mereka, menunggu kesalahan dan memanfaatkan kecemasan lawan tentang hasil pertandingan, karena detail-detail kecil yang tidak sesuai keinginan bisa terjadi," pungkasnya.
Timnas Indonesia kini bakal mendapatkan tandem yang bagus untuk Ole Romeny di lini depan.
Sebab ada pemain keturunan Indonesia yang baru saja menorehkan prestasi.
Sosok itu adalah Dean Zandbergen, pemain keturunan Indonesia yang mendapatkan sorotan.
Sebab ia mencetak hattrick gemilang bersama VVV-Venlo di kompetisi Eerste Divisie (Liga Belanda kasta kedua).
Baca juga: Peringkat Dunia Timnas Indonesia setelah Gagal Juara di FIFA Series 2026
Striker berusia 24 tahun berdarah Indonesia ini membawa timnya menang telak 3-0 atas SC Cambuur, Sabtu (4/4/2026) dini hari WIB, yang merupakan salah satu tim calon kuat juara Eerste Divisie.
Ketiga gol Dean Zandbergen itu ia lesakkan masing-masing pada menit (15', 81', dan 87').
Kemenangan tersebut membuat VVV-Venlo naik ke peringkat ke-12 klasemen Eerste Divisie dengan 41 poin.
Dengan postur tubuh 188 cm, Zandbergen memiliki fisik yang kuat sebagai target man.
Musim ini, ia sudah mencatatkan 11 gol dan 3 assist dari 31 penampilan di semua kompetisi bersama VVV-Venlo.
Dengan usia yang masih muda dan performa yang cukup tajam, tentu Zandbergen menjadi pemain potensial di masa depan.
Nama Dean Zandbergen memang sedang hangat dibicarakan sebagai salah satu calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Ia juga memiliki garis keturunan Indonesia melalui ibunya dan memiliki banyak saudara di Depok, Jawa Barat.
Bahkan, Zandbergen pernah mengungkapkan pada 2025 bahwa ada orang PSSI yang pernah menghubunginya soal naturalisasi, dan ia menyatakan akan sangat senang jika bisa membela Tim Merah Putih.
Meski begitu, Dean Zandbergen kala itu mengaku masih harus menelusuri dokumen keturunannya.
Salah satu evaluasi utama Timnas Indonesia di bawah John Herdman setelah FIFA Series 2026 adalah penyelesaian akhir di kotak penalti lawan.
Ole Romeny memang tampil apik dengan catatan 1 gol dan 2 assist melawan Saint Kitts and Nevis, serta nyaris mencetak gol indah saat melawan Bulgaria (tendangannya membentur mistar).
Namun, Ole sering dimainkan sebagai penyerang serba bisa (false nine atau second striker) sesuai taktik Herdman.
Ramadhan Sananta yang pada dua laga tersebut dipercaya sebagai tandem Ole Romeny terbukti gagal membayar kepercayaan John Herdman.
Kondisi tersebut membuat Ole Romeny butuh tandem yang lebih "garang" sebagai striker murni atau target man yang bisa mengeksekusi umpan-umpan silang dan umpan-umpan terobosan darinya.
Di sinilah Dean Zandbergen masuk sebagai solusi ideal.
Zandbergen adalah nama yang paling mengerucut untuk posisi striker nomor 9.
Ia dinilai memiliki level yang setara atau bahkan lebih unggul dibandingkan opsi lain stok penyerang Garuda saat ini seperti Mauro Zijlstra, Ramadhan Sananta, Jens Raven, hingga Rafael Striker.
Performa menanjak Zandbergen di VVV-Venlo membuatnya layak menjadi partner Ole Romeny.
Dengan kombinasi Ole Romeny yang memiliki mobilitas tinggi, visi bagus, kemampuan link-up play, bakal diselesaikan oleh finishing dari Dean Zandbergen yang memiliki fisik kuat, serta kemampuan sebagai target man yang bisa memanfaatkan umpan-umpan manjanya Ole.
Dengan taktik Herdman yang lebih fleksibel, kehadiran Zandbergen sebagai striker utama akan memberi keleluasaan bagi Ole untuk bergerak lebih bebas di belakang atau di sisi, sekaligus meningkatkan daya gedor lini serang Timnas yang selama ini menjadi pekerjaan rumah.
Menarik dinantikan, akankah Dean Zandbergen masuk dalam satu dari dua nama calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang dikabarkan saat ini tengah diurus oleh PSSI? Kita tunggu saja.
Mantan bek Arema FC, Arthur Cunha, saat kembali menginjakkan kaki di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Jumat (3/4/2026).
Ia rindu akan atmosfer Aremania dengan menyaksikan Arema FC berlaga menghadapi Malut United dalam lanjutan kompetisi Super League 2025-2026.
Ini merupakan kedatangan perdana bagi Arthur Cunha, setelah ia meninggalkan Indonesia sekitar enam tahun yang lalu.
"Senang bisa datang ke Kanjuruhan lagi, ketemu teman-teman, pemain baru, pelatih. Saya juga bisa merasakan lagi atmosfer di sini,"
Arthur mengaku, Malang selalu punya tempat spesial di hatinya.
Baca juga: Minus 7 Pemain, Arema FC Ditahan Malut United 1-1, Pelatih Marcos Santos Tetap Bangga
Maklum saja, ia telah memperkuat selama empat musik sejak 2016-2017 sampai 2019-2020 dan telah mempersembahkan dua Piala Presiden bagi Arema FC.
Saking inginnya ke Malang, ia rela mengubah jadwal perjalanannya dari Bali demi menyempatkan diri datang ke Kanjuruhan sebelum kembali ke Brasil.
"Kalau ke Indonesia, pasti saya balik ke sini. Saya mau ketemu mereka (pemain) dan Aremania. Waktu saya di sini, saya sangat senang," ungkapnya.
Baca juga: Hasil Pertandingan Arema FC vs Malut United, Singo Edan Rugi karena Gol Nilson Barbosa
Meski terkesan dengan wajah baru Stadion Kanjuruhan pasca renovasi, Arthur tak menampik bahwa atmosfer lama stadion tersebut sulit tergantikan.
Menurutnya, Stadion Kanjuruhan dulu dikenal dengan aura yang begitu kuat berkat kehadiran Aremania yang memadati tribun.
"Sekarang stadionnya bagus, semua baru. Tapi kalau untuk saya, atmosfer yang dulu lebih fantastis, lebih bergairah," katanya.
Ia pun berharap Aremania bisa kembali memenuhi stadion seperti dulu agar semangat pertandingan semakin terasa.
"Semoga Aremania datang lagi, biar atmosfer naik lagi, penuh seperti dulu. Itu mantap sekali," tambahnya.
Arthur Cunha datang ke Kanjuruhan tak sendirian. Ia ditemani oleh istrinya dan terlihat begitu akrab dengan beberapa pemain Arema FC.
Seperti Joel Vinicius, penyerang Arema FC yang sedang absen karena mendapatkan kartu merah di laga sebelumnya.
Ia mendampingi Arthur Cunha di bangku VVIP Stadion Kanjuruhan.
Kedatangan Arthur Cunha tersebut juga menjadi pusat perhatian di Tribun VIP.
Selepas pertandingan, banyak Aremania yang meminta foto denganya dan tanda tangan.
Kehadirannya menjadi magnet tersendiri, meskipun dalam pertandingan tersebut Singo Edan ditahan imbang Malut United dengan skor 1-1.
"Tidak apa apa sekarang gak menang. Pasti di laga selanjutnya Arema pasti menang. Yang penting kita bertemu kembali dengan Aremania," ungkapnya.
Meski sudah memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola, Arthur mengaku tetap mengikuti perkembangan Arema FC di Super League.
Ia menilai kompetisi saat ini semakin ketat dengan banyak tim kuat.
"Liga 1 sekarang sulit, banyak tim kuat. Saya lihat mereka sudah kerja keras untuk menang, tapi belum berhasil," jelasnya.
Namun demikian, Arthur tetap optimistis Singo Edan mampu bangkit dan menutup musim dengan hasil positif.
"Semoga pertandingan berikutnya bisa mulai menang terus sampai akhir liga,"
"Harapan saya, Arema bisa masuk top 5," tandasnya.