TRIBUNJAKARTA.COM - Muhammad Nazaruddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF) periode 2026-2031.
Keputusan tersebut diambil dalam forum yang dihadiri 29 delegasi pengurus provinsi IPF dari seluruh Indonesia dalam Musyawarah Nasional (Munas).
Nazaruddin akan memimpin organisasi pickleball nasional selama lima tahun ke depan, menggantikan Komarudin yang kini memfokuskan diri pada tugasnya sebagai Rektor Universitas Negeri Jakarta.
Sejumlah tokoh olahraga nasional turut hadir dalam Munas tersebut, di antaranya Kepala Bidang Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Eko Budi Supriyanto yang mewakili Ketua Umum KONI Marciano Norman, serta Executive Committee National Olympic Academy of Indonesia, Ikhsan Tualeka.
Dalam sambutannya, Nazaruddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh pengurus provinsi IPF.
"Kami berkomitmen untuk memperkuat kelembagaan organisasi sekaligus memperluas pengembangan olahraga pickleball di Tanah Air," kata Nazaruddin dikutip, Sabtu (4/4/2026).
Nazaruddin juga menekankan kepemimpinannya ke depan akan difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi, peningkatan jumlah atlet dan klub, serta dorongan terhadap pencapaian prestasi di level internasional.
"Pickleball tidak hanya berpotensi sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai cabang olahraga prestasi yang mampu membawa nama Indonesia bersaing di berbagai ajang global," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan KONI, Eko Budi Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Munas IPF yang berlangsung demokratis dan kondusif.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat struktur organisasi, memperluas pembinaan atlet, serta meningkatkan prestasi pickleball Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Eko menilai, sebagai cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Indonesia, pickleball memiliki peluang besar untuk tumbuh pesat.
"Terutama jika didukung oleh manajemen organisasi yang solid dan sistem pembinaan yang terarah," kata dia.
Munas IPF 2026 juga menjadi ajang konsolidasi nasional bagi seluruh pengurus provinsi untuk menyelaraskan visi dalam mengembangkan pickleball sebagai olahraga yang inklusif, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi di Indonesia.