Maros (ANTARA) - Kekaraengan (Kerajaan) Marusu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melestarikan tradisi “Katto Bokko” (pesta panen) yang menjadi warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat hingga saat ini.
Pemangku Adat Kekaraengan Marusu Abd Waris Karaeng Sioja di Maros, Sabtu, mengatakan salah satu upaya pelestarian dilakukan dengan mempertahankan nilai kegotongroyongan dan kebersamaan antara pihak kerajaan dan masyarakat.
Menurut dia, meski sistem pemerintahan kerajaan tidak lagi berjalan seperti masa lampau, semangat kolektif dalam mempersiapkan dan melaksanakan pesta adat tetap dijaga dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat.
“Nilai kebersamaan ini menjadi kunci utama agar tradisi 'Katto Bokko' tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Selain itu, kearifan lokal juga terus dipertahankan, terutama dalam aspek pertanian yang menjadi bagian penting dari rangkaian tradisi tersebut.
Ia menjelaskan masyarakat masih menggunakan varietas padi unggulan warisan leluhur yang telah ditanam secara turun-temurun karena terbukti tahan terhadap hama dan penyakit.
Varietas padi yang dikenal dengan nama "ase lapang" dan "ase Banda" tersebut juga dikenal memiliki bulir yang besar dan kualitas hasil panen yang baik, sehingga tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Sementara itu, Akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMi) Makassar Dr Hadawiah Harita menilai kuatnya tradisi Katto Bokko tidak terlepas dari peran komunikasi budaya yang terus terjaga.
Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat tetap dipahami karena adanya proses penerjemahan makna budaya yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Tradisi budaya yang masih dipegang teguh ini menunjukkan bahwa komunikasi budaya berjalan efektif, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus dipahami dan dijalankan oleh masyarakat lintas generasi,” ujarnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Kekaraengan Marusu optimistis tradisi Katto Bokko akan terus lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.






