TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Mari kita belajar! Simak nih, di bawah ini kunci jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 252, tentang Aktivitas 8.4: Ayo Bereksplorasi.
Kali ini kita akan membahas soal pada Bab 8 yang berjudul Tumbuh Kembang Makhluk Hidup pada kegiatan siswa Aktivitas 8.4 tentang permasalahan stunting di Indonesia.
Kunci jawaban di bawah ini diharapkan bisa membantu siswa sebagai alternatif jawaban untuk menyelesaikan soal pada halaman 252 di buku siswa Biologi Kelas 11.
Berikut kunci jawaban dan pembahasan soal Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 252 sesuai dengan buku siswa Biologi Kurikulum Merdeka edisi tahun 2022.
Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Halaman 193 194 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 4.7: Produk Bioteknologi
(Update Kunci Jawaban)
Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 252
Ayo Bereksplorasi
Aktivitas 8.4
Pernahkan Kalian mendengar istilah stunting? Apakah stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia?
Apakah stunting termasuk salah satu gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia? Bacalah wacana berikut ini untuk mengetahui permasalahan stunting di Indonesia.
Pada tahun 2021, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Biro Pusat Statistik (BPS) dengan dukungan Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) dengan mengumpulkan data di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan jumlah blok sensus (BS) sebanyak 14.889 Blok Sensus (BS) dan 153.228 balita.
Berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6 persen per tahun dari 27,7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen tahun 2021.
Hampir sebagian besar dari 34 provinsi menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2019 dan hanya 5 provinsi yang menunjukkan kenaikan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi dari kebijakan pemerintah mendorong percepatan penurunan stunting di Indonesia telah memberi hasil yang cukup baik.
Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Halaman 187 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 4.4: Bioteknologi
1. Tuliskan informasi yang menunjukkan bahwa stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini.
Jawaban:
Berikut adalah data dan informasi terbaru yang menunjukkan status stunting sebagai permasalahan saat ini:
a. Prevalensi Masih di Angka 19,8 persen
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting nasional turun menjadi 19,8?ri sebelumnya 21,5 % pada tahun 2023.
Meskipun ini pencapaian bersejarah karena pertama kali berada di bawah 20 % , angka ini masih mendekati ambang batas maksimal yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 20 % .
b. Belum Mencapai Target Nasional 2024
Pemerintah sebelumnya menetapkan target ambisius sebesar 14 % pada tahun 2024 melalui Perpres No. 72 Tahun 2021.
Realisasi sebesar 19,8 % menunjukkan masih adanya selisih yang harus dikejar melalui intervensi yang lebih intensif.
c. Ketimpangan Antar Wilayah
Penurunan stunting dilaporkan tidak merata di seluruh Indonesia.
Beberapa daerah masih memiliki prevalensi yang jauh di atas rata-rata nasional, yang menunjukkan kompleksitas masalah gizi di tingkat lokal.
d. Peningkatan Masalah Gizi Lainnya
Di saat stunting menurun, tantangan gizi lain justru meningkat. Data SSGI 2024 menunjukkan adanya kenaikan prevalensi underweight (berat badan kurang) sebesar 0,9 % dibandingkan tahun sebelumnya, yang seringkali menjadi pintu masuk terjadinya stunting baru.
2. Menurut pendapat kalian apakah yang menyebabkan stunting terjadi di Indonesia? Gunakan literatur pendukung untuk menjawab pertanyaan ini.
Jawaban:
Stunting di Indonesia merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh interaksi berbagai faktor, bukan sekadar kurang makan.
Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 12 Halaman 182 183 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 4.3: Bioteknologi
Secara umum, penyebabnya dibagi menjadi faktor langsung dan tidak langsung.
1. Faktor Langsung
Ini adalah penyebab yang langsung berdampak pada kondisi fisik anak:
Kurang Gizi Kronis: Rendahnya asupan gizi dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari janin hingga anak usia 2 tahun.
Infeksi Berulang: Penyakit seperti diare, kolera, dan infeksi cacing yang terus-menerus menguras nutrisi tubuh anak sebelum sempat diserap untuk pertumbuhan.
Kurangnya Protein Hewani: Rendahnya konsumsi sumber protein hewani dan zat gizi mikro (seperti zink) menjadi determinan utama kejadian stunting di Indonesia.
2. Faktor Tidak Langsung
Kondisi lingkungan dan sosial yang memicu terjadinya kurang gizi dan infeksi:
Sanitasi dan Air Bersih yang Buruk: Kurangnya akses ke air bersih dan jamban sehat meningkatkan risiko infeksi hingga 50 % . Masih banyak rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki akses sanitasi aman.
Pola Asuh yang Tidak Tepat: Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif (selama 6 bulan) dan pemberian MP-ASI yang tidak bergizi seimbang.
Kondisi Ekonomi dan Pendidikan: Rendahnya daya beli untuk makanan bergizi serta tingkat pendidikan orang tua yang membatasi akses terhadap informasi kesehatan yang benar.
Masalah Kesehatan Ibu: Ibu hamil yang mengalami anemia atau Kurang Energi Kronis (KEK) berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang menjadi cikal bakal stunting.
Demikian kunci jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka halaman 252, kegiatan siswa Aktivitas 8.4: Ayo Bereksplorasi sesuai dengan Kurikulum Merdeka edisi tahun 2022.
Disclaimer
Kunci jawaban diatas bersifat alternatif jawaban sehingga para siswa bisa memberikan eksplorasi jawaban lain.
Kunci jawaban soal diatas bisa saja berbeda sesuai dengan pemahaman tenaga pengajar atau murid. (*)