Senyap Bak Terbang, Pengguna Ungkap Keunggulan Motor Listrik Hemat, Praktis, dan Nyaman
Try Juliansyah April 05, 2026 06:26 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang pengguna motor listrik, Novita Sari (29), mengaku tidak mengalami kendala selama menggunakan kendaraan berbasis listrik untuk aktivitas sehari-hari. 

Ia menilai penggunaan motor listrik jauh lebih praktis karena hanya membutuhkan akses listrik untuk pengisian daya.

"Tidak ada kendala sama sekali, karena cuma butuh stopkontak, tinggal sambungkan dengan charger," ujar Novita kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 4 April 2026.

Ia menjelaskan, waktu pengisian daya tergantung pada spesifikasi motor. Untuk unit yang digunakannya, pengisian penuh membutuhkan waktu maksimal enam jam dan biasanya dilakukan pada malam hari.

"Untuk punya saya bisa maksimal enam jam. Biasanya saya charging saat malam hari," katanya.

Novita juga telah menyiapkan fasilitas pengisian di rumah. Sementara saat berada di luar, ia mengandalkan stopkontak umum dengan membawa perlengkapan tambahan.

"Kalau di rumah sudah siap stopkontak di depan. Kalau di luar, saya bawa kabel panjang dan charger yang standby di motor. Biasanya masih bisa menjangkau dari parkiran, atau bisa tanya petugas parkir untuk bantuan," jelasnya.

Baca juga: Motor Listrik Jadi Pilihan, Mei Rosanti Sebut Lebih Praktis dan Bebas Polusi

Dari sisi biaya operasional, ia merasakan penghematan signifikan karena tidak lagi membeli bahan bakar minyak (BBM).

"Yang pasti kita tidak isi bensin. Motor ini saya pakai untuk pulang-pergi kerja dan antar jemput sekolah serta les. Bisa hemat sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu sebulan," ungkapnya.

Menurut Novita, penggunaan motor listrik juga tidak berdampak signifikan terhadap tagihan listrik bulanan.

"Untuk bayar listrik tidak ada perubahan yang berarti. Sebelum dan sesudah pakai motor listrik, tagihan sama saja,"  katanya.

Selain hemat, ia menilai motor listrik lebih praktis dalam hal perawatan karena tidak memerlukan servis rutin seperti penggantian oli.

"Motor listrik tidak ada maintenance bulanan seperti ganti oli, paling dicuci saja," ungkapnya. 

Ia juga mengaku merasakan sensasi berbeda saat pertama kali menggunakan motor listrik.

"Awalnya seperti terbang, karena tidak ada suara. Jadi saat jalan seperti melayang," katanya sambil tertawa.

Dari segi performa, motor listrik yang digunakannya mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian penuh, dengan kecepatan maksimal sekitar 64 kilometer per jam dan daya angkut hingga 180 kilogram.

Meski demikian, ia mengakui saat ini performa motornya menurun akibat masalah pada baterai.

"Kalau baterai sehat, motor ini worth it banget untuk dipakai. Tapi sekarang performanya agak turun karena ada masalah di baterai," jelasnya.

Novita berharap ke depan semakin banyak tersedia layanan dan toko perbaikan motor listrik, sehingga pengguna tidak kesulitan saat mengalami kendala.

"Harapannya lebih banyak store, supaya kalau ada masalah tidak sulit diperbaiki," katanya.

Ia juga memberikan saran bagi masyarakat yang ingin beralih ke motor listrik agar menyesuaikan kebutuhan dengan spesifikasi kendaraan.

"Hitung dulu kebutuhan kilometer harian, lalu sesuaikan dengan spesifikasi motor. Sebaiknya pilih baterai litium karena lebih awet dibanding SLA," tutupnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.