Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Ibadah Fajar Paskah berlangsung khidmat di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (5/4/2026).
Ibadah yang digelar untuk memperingati penyambutan kebangkitan Yesus Kristus ini dimulai pada pukul 02.30 WIT dini hari.
Sebelumnya, umat Kristiani mengikuti pawai obor dari Lapangan Pasar Lama menuju Gereja Katedral Tiga Raja. Rute kemudian dilanjutkan melalui Jalan Cenderawasih dan Jalan Budi Utomo hingga berakhir di halaman Gedung Eme Neme Yauware.
Dalam ibadah tersebut, Ketua Pengurus Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM), Pdt Pascal Victor Warint STh, menyampaikan khotbah yang diambil dari Kitab 2 Korintus 5:17.
Baca juga: Bupati Johannes Rettob Lepas Ribuan Cahaya Kemenangan Paskah Keliling Kota Mimika
Pdt Pascal Victor Warint, menekankan bahwa menjadi ciptaan baru berarti umat harus berani bergerak meninggalkan (move on) masa lalu yang kelam. Menurutnya, kebangkitan Kristus adalah momen bagi setiap orang untuk meninggalkan perbuatan dosa dan melangkah ke pola hidup yang baru.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kebangkitan Kristus membawa perubahan besar bagi umat manusia, dari ketakutan menjadi keberanian.
Baca juga: Minggu Paskah di Mimika: Jalanan Lengang, Cuaca Pagi Cerah Meski 15 Distrik Berpotensi Hujan
Ia juga menekankan bahwa kebangkitan Kristus menjadi dasar pembaruan hidup, di mana setiap orang dipanggil meninggalkan perbuatan dosa dan hidup dalam pola yang baru.
Kehidupan baru tersebut, lanjutnya, harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta tutur kata yang baik sehingga menjadi kesaksian bagi sesama.
Selain itu, ia mengajak jemaat untuk berani keluar dari zona nyaman, membangun kehidupan dalam kasih, serta menjadi pembawa damai di tengah kemajemukan.
“Kebangkitan Kristus mempersatukan, meruntuhkan tembok pemisah, dan memulihkan hubungan antar sesama,” tambahnya.
Baca juga: Magis Boaz Solossa Benamkan Persiba Balikpapan di Batakan, Persipura Tempel PSS Sleman
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mimika, Ananias Faot, menyampaikan bahwa perayaan Paskah bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, Paskah merupakan simbol kemenangan atas dosa dan membawa harapan baru bagi kehidupan umat manusia.
“Kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai lambang terang Kristus yang harus senantiasa dinyalakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Nilai-nilai tersebut menurut dia, harus tercermin melalui sikap hidup yang penuh kasih, persaudaraan, kejujuran dan kepedulian terhadap sesama.
Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Baca juga: Live Streaming Persiba Balikpapan vs Persipura, Bentrok Berlangsung: Misi Rumakiek Rebut Poin Penuh
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam mempererat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan tenaga medis yang telah mendukung jalannya kegiatan hingga berlangsung dengan tertib dan lancar.
Ananias berharap damai dan kasih Kristus senantiasa menyertai seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan, serta membawa Mimika menjadi daerah yang semakin maju, aman dan sejahtera.(*)