AS Alihkan Mayoritas Rudal JASSM-ER ke Asia Barat Usai Jet Tempur Dilaporkan Jatuh di Iran
Dharma Aji Yudhaningrat April 05, 2026 10:42 AM

- Militer Amerika Serikat dilaporkan mulai mengalihkan sebagian besar persediaan rudal jelajah jarak jauh JASSM-ER (Joint Air-to-Surface Missile-Extended Range) ke kawasan Asia Barat.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa keputusan pemindahan rudal bernilai tinggi itu telah dikeluarkan pada akhir Maret 2026.

Pengalihan dilakukan dengan menarik stok dari berbagai wilayah, termasuk kawasan Pasifik dan basis global lainnya.

Sejumlah rudal tambahan juga disebut akan dipindahkan dari pangkalan domestik Amerika Serikat ke fasilitas militer di bawah Komando Pusat AS maupun ke pangkalan di Inggris.

Dampaknya, ketersediaan rudal JASSM-ER untuk wilayah lain mengalami penurunan signifikan.

Dari sekitar 2.300 unit sebelum konflik, jumlah yang tersisa kini diperkirakan hanya sekitar 425 rudal operasional.

Rudal JASSM-ER dikenal sebagai salah satu senjata strategis utama milik Amerika Serikat.

Senjata ini memiliki jangkauan lebih dari 600 mil dan memungkinkan pesawat tempur menyerang target tanpa harus memasuki zona pertahanan udara lawan.

Langkah besar ini terjadi setelah periode kritis dalam 24 jam terakhir (3/4/2026).

Ketika sistem pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil menyerang sejumlah aset militer Amerika Serikat.

Beberapa pesawat tempur dilaporkan terdampak, termasuk F-15E Strike Eagle dan A-10 Thunderbolt II.

Operasi pencarian dan penyelamatan pun dilakukan terhadap awak pesawat yang hilang.

Dengan satu orang dilaporkan berhasil diselamatkan, sementara lainnya masih dalam pencarian.

Insiden tersebut dinilai menunjukkan kerentanan pasukan Amerika Serikat, meskipun selama ini dikenal memiliki keunggulan militer.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.