TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa serangan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran dapat memicu kontaminasi radioaktif yang meluas di seluruh kawasan.
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, anggota Dewan Keamanan, serta Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, Araghchi menegaskan bahwa serangan lanjutan terhadap infrastruktur nuklir Iran membawa risiko serius bagi lingkungan dan keselamatan manusia.
Ia menyoroti bahwa serangan menyasar fasilitas yang berada di bawah pengawasan internasional, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, yang disebutnya digunakan murni untuk tujuan damai dan diawasi oleh IAEA.
Araghchi juga menuduh AS dan Israel telah berulang kali menyerang infrastruktur nuklir Iran dalam beberapa bulan terakhir.
“Dalam waktu kurang dari sembilan bulan, Amerika Serikat ... dan Israel telah meluncurkan dua perang agresif melawan Republik Islam Iran,” katanya lagi mengutip Anadolu Agency, Minggu (5/4/2026).
Ia mengkritik kurangnya respons tegas dari lembaga internasional, yang menurutnya justru mendorong eskalasi lebih lanjut.
“Sekarang, para pejabat tinggi AS, yang telah menggambarkan hukum humaniter internasional sebagai ‘bodoh’ telah berani menyatakan bahwa fasilitas nuklir adalah salah satu target mereka."
Baca juga: India Beli Minyak Iran Lagi setelah 7 Tahun di Tengah Gejolak Timur Tengah
"Misi Permanen AS untuk PBB telah secara terbuka menyatakan bahwa serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr ‘tidak keluar dari pertanyaan’,” tambahnya.
Sejak akhir Februari, Iran mencatat sejumlah serangan terhadap situs nuklirnya, termasuk fasilitas Natanz, Bushehr, Khondab, dan Shahid Ahmadi Roshan.
Serangan berulang di sekitar Bushehr dinilai sangat berbahaya.
"Kedekatan serangan ini dengan fasilitas nuklir yang beroperasi menciptakan situasi yang dapat diterbangkan dan menimbulkan risiko serius kebocoran radioaktif," kata Araghchi.
Pada hari yang sama, serangan terbaru AS dan Israel dilaporkan menghantam fasilitas nuklir Bushehr dan menewaskan satu orang.
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Teheran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta negara-negara seperti Yordania dan Irak.
(*)