TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menginjak buah melon viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Dalam rekaman yang beredar, petugas perempuan tersebut tampak berdiri di dekat keranjang plastik berisi melon sambil tertawa bersama rekan di sekitarnya.
Ia terlihat bercanda sebelum kemudian menginjak dan menendang keranjang berisi buah tersebut.
Aksi itu pun memicu beragam reaksi dari warganet yang menilai tindakan tersebut tidak pantas, terlebih karena berkaitan dengan bahan makanan.
Dalam video yang beredar, petugas perempuan tersebut tampak berdiri di dekat keranjang plastik berisi melon sambil tertawa.
Ia tampak bercanda dengan orang lain.
Perempuan itu lalu menginjak dan menendang keranjang tersebut.
Aksi tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet yang menilai tindakan itu tak pantas, terlebih karena berkaitan dengan bahan makanan.
Menanggapi hal itu, petugas SPPG tersebut akhitnya buka suara dan memberikan klarifikasi.
Baca juga: Mobil MBG Jadi Mobil Sampah: Skandal di Nabire yang Paksa BGN Bekukan Operasional SPPG Siriwini
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tindakan menginjak melon tersebut tidak dilakukan dengan sengaja.
Ia menjelaskan, saat itu dirinya sedang memperagakan momen ketika ia sebelumnya terjatuh, sehingga gerakan tersebut terjadi tanpa maksud merusak atau melecehkan makanan.
Meski demikian, ia mengakui perbuatannya tetap tidak pantas dan bisa menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kejadian yang telah viral tersebut.
"Hal tersebut adalah tindakan yang buruk dan tidak pantas ditiru. Saya memahami ini bisa menimbulkan kekecewaan di masyarakat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya.
Baca juga: Hendrik Irawan Akui Joget di Dapur MBG untuk Pansos, SPPG Miliknya Disuspend, 150 Relawan Kena Apes
Ia juga menyebut peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya agar lebih berhati-hati dan menghargai segala hal di sekitarnya ke depan.
"Saya memahami, bahwa hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan juga kekecewaan di masyarakat. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak,
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati ke depannya dan lebih menghargai segala hal yang ada di sekitar saya. Terimakasih atas pengertian dan perhatiannya," pungkasnya.
(TribunTrends.com/TribunJakarta.com)