TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Jalur menurun di Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, kembali memakan korban.
Seorang pelajar mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi ruas Jalan Rusli Habibie, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.
Korban merupakan seorang pelajar asal Desa Lamu yang saat kejadian mengendarai sepeda motor matic Yamaha Mio Soul GT warna putih merah dengan nomor polisi DM 3275 DF.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, insiden terjadi ketika korban melaju dari arah Desa Bongo menuju Desa Lamu.
Saat memasuki turunan panjang di wilayah Biluhu Timur, laju kendaraan diduga tidak lagi terkendali akibat gangguan pada sistem pengereman.
Baca juga: Dua Lurah Diduga Berduaan Tengah Malam, Terpergok Suami hingga Diamuk Warga
“Pengendara dari arah Desa Bongo menuju Desa Lamu kemudian pada saat melintasi turunan yg berada di Desa Biluhu Timur Kecamatan Batudaa Pantai, pengendara kehilangan kendali diduga motor mengalami rem blong yang menyebabkan sistem pengereman tidak bekerja dengan baik, bahkan tidak berfungsi sama sekali,” demikian keterangan warga dalam laporan yang disampaikan Kasi Humas Polres Gorontalo, Iptu Wawan Suryawan, Minggu (5/4/2026).
Motor yang terus meluncur tanpa kendali itu akhirnya menghantam pembatas jalan di ujung turunan.
Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan korban mengalami luka cukup serius.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi korban usai kejadian. Ia terlihat terjepit di bagian pembatas jalan yang dilengkapi ban pelindung.
Beberapa saat setelah benturan, korban tampak mengalami kejang sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
“Pengendara motor mengalami luka-luka dan dibawa ke Puskesmas Batudaa Pantai untuk penanganan lebih lanjut,” kata Wawan.
Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi jalan di kawasan tersebut yang dikenal memiliki turunan panjang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pelajar Gorontalo Kejang-kejang usai Tabrak Pembatas Jalan di Biluhu Timur
Dugaan sementara, kerusakan pada sistem pengereman menjadi pemicu utama kecelakaan, yang diperparah oleh kontur jalan.
Sejumlah warga juga menyebut lokasi itu kerap terjadi insiden serupa.
Informasi yang beredar di media sosial mengindikasikan bahwa jalur tersebut memang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tidak siap menghadapi kondisi turunan.
Diketahui, korban dalam peristiwa ini bernama Salwa O. Arsyad (19). (*)