Impor Maluku Awal 2026 83,73 Juta US Dolar, Peningkatan Didorong Ekspor Non Migas
Mesya Marasabessy April 05, 2026 01:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat periode Januari–Februari 2026, total impor Maluku tercatat sebesar US$ 83,73 juta, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$53,95 juta atau tumbuh 55,19 persen (c-to-c). 

Peningkatan ini terutama didorong oleh impor sektor nonmigas yang mencapai US$ 37,02 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$0,67 juta, sehingga memberikan kontribusi sebesar 44,22 persen terhadap total impor.

Sementara itu, impor sektor migas masih mendominasi dengan nilai US$ 46,71 juta atau berperan 55,78 persen, meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode Januari– Februari 2025 yang sebesar US$ 53,28 juta. 

Secara bulanan, impor Februari 2026 tercatat sebesar US$ 21,77 juta, turun tajam dibandingkan Januari 2026 sebesar US$61,96 juta atau mengalami kontraksi 64,87 persen (m-to-m). 

Jika dibandingkan dengan Februari 2025, impor juga mengalami penurunan sebesar 8,67 persen (y-on-y), yang mencerminkan adanya pelemahan aktivitas impor pada bulan laporan meskipun secara kumulatif awal tahun menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi.

Menurut negara asal, nilai impor Maluku pada Februari 2026 sebesar US$ 21,77 juta, seluruhnya berasal dari
kelompok negara ASEAN, terutama Singapura sebesar US$ 14,60 juta dan Malaysia sebesar US$ 7,17 juta. 

Baca juga: BPS Catat Nilai Ekspor Maluku Januari - Februari 2026 Capai 10,68 Juta US Dolar

Baca juga: Prakiraan Cuaca Minggu 5 April 2026: Semua Wilayah di Maluku Alami Hujan

Secara tahunan, impor Maluku turun 8,67 persen, penurunan nilai impor disebabkan hilangnya nilai impor dari Negara Asia lainnya. 

Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya impor Maluku mengalami penurunan sebesar 64,87 persen setelah pada Januari 2026 sempat terdapat impor cukup besar dari Tiongkok sebesar US$ 0,56 juta dan Finlandia sebesar US$ 36,46 juta, sehingga secara total impor Maluku mengalami kontraksi dibanding bulan sebelumnya.

Meskipun demikian, secara kumulatif Januari–Februari 2026, total impor Maluku mencapai US$ 83,73 juta, meningkat 55,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang menunjukkan bahwa tingginya impor pada Januari masih menjadi penopang utama kinerja
impor awal tahun. 

Adapun Negara ASEAN berperan sebesar 55,78 persen, Negara luar Asia berperan sebesar 43,55 persen, dan Negara Asia sebesar 0,67 persen terhadap total ekspor Januari-Februari 2026.

Berdasarkan pelabuhan bongkar, periode Januari–Februari 2026, total impor Maluku tercatat sebesar US$ 83,73 juta, meningkat 55,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. 

Berdasarkan pelabuhan bongkar, hampir seluruh impor masih terpusat di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan nilai kumulatif US$ 83,17 juta atau berkontribusi 99,33 persen terhadap total impor Maluku. 

Kinerja pelabuhan ini juga menunjukkan peningkatan 56,11 persen dibandingkan Januari–Februari 2025, menegaskan perannya sebagai pintu utama masuknya barang impor ke Maluku. 

Sementara itu, Pelabuhan Wahai hanya menyumbang US$ 0,56 juta atau 0,67 persen. 

Pada Februari 2026, nilai impor Maluku sendiri tercatat sebesar US$ 21,77 juta, lebih rendah dibandingkan Februari 2025 sehingga secara tahunan mengalami penurunan 8,67 persen.

Untuk volume, periode Januari–Februari 2026, volume impor Maluku tercatat sebesar 78,09 ribu ton, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 78,20 ribu ton, atau mengalami kontraksi tipis 0,14 persen. 

Struktur volume impor masih sangat didominasi oleh sektor migas dengan volume 76,91 ribu ton dan kontribusi 98,48 persen terhadap total impor, meskipun secara kumulatif turun 1,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, sektor nonmigas mencatat volume 1,19 ribu ton dengan kontribusi 1,52 persen, meningkat cukup tinggi sebesar 255,00 persen secara kumulatif.

Pada Februari 2026, total volume impor tercatat 35,18 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 sehingga secara tahunan tumbuh 2,50 persen. 

Secara umum, perkembangan volume impor Maluku pada awal tahun 2026 menunjukkan kondisi yang cenderung stabil, dengan dominasi sektor migas yang masih sangat kuat dalam struktur impor provinsi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.