Breaking News: Pendeta di Sangihe Diduga Dianiaya Warga Jemaat Berstatus ASN, Istri Alami Luka
Rizali Posumah April 05, 2026 02:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Seorang pendeta bersama istrinya diduga menjadi korban penganiayaan di Kampung Nagha II, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu (4/4/2026).

Korban diketahui adalah Pendeta Jems Nayoan dari Gereja Advent Hari Ketujuh.

Insiden ini diduga melibatkan seorang warga jemaat berinisial TK yang disebut berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Peristiwa bermula dari perbedaan pendapat terkait kegiatan pencarian dana di Manado.

Pendeta Jems mengaku menolak ikut dalam kegiatan tersebut karena dianggap tidak sesuai.

“Saya mendapat tekanan karena tidak ikut kegiatan pencarian dana. Bahkan, pelaku sempat berupaya mengusir saya dari gereja,” ujar Jems.

Menurutnya, penolakan tersebut juga datang dari sejumlah jemaat lain yang memiliki pandangan serupa.

Situasi kemudian memanas hingga berujung dugaan tindakan kekerasan.

Dalam kejadian itu, istri pendeta disebut didorong hingga terbentur lantai beton.

“Bagian belakang kepala istri saya mengalami pembengkakan,” katanya.

Jems juga mengungkapkan adanya upaya pengusiran terhadap dirinya dari lingkungan gereja yang dilakukan dengan cara kekerasan.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Tamako dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: LP/B/…../IV/2026/SPKT/POLSEK TAMAKO/POLRES KEPULAUAN SANGIHE/POLDA SULAWESI UTARA.

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.