Cara Ganti Puasa Ramadan di Bulan Syawal, Simak Penjelasannya
Garudea Prabawati April 05, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, umat Islam merayakan Hari Raya Idulfitri sebagai momen kemenangan. 

Namun, tidak semua kewajiban ibadah selesai begitu saja. 

Sebagian umat Muslim masih memiliki tanggungan puasa yang belum ditunaikan, baik karena sakit, haid, kehamilan, maupun alasan lain yang dibenarkan dalam syariat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana cara melunasi kewajiban tersebut di bulan Syawal?

Dalam ajaran Islam, terdapat dua cara untuk mengganti puasa yang tertinggal, yaitu qadha dan fidyah. 

Qadha adalah mengganti puasa di hari lain bagi mereka yang masih mampu berpuasa. 

Sementara fidyah adalah kewajiban memberi makan fakir miskin bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa secara permanen, seperti lansia atau penderita penyakit kronis.

Memahami perbedaan antara qadha dan fidyah menjadi hal penting agar tidak keliru dalam menjalankan kewajiban. 

Tidak semua orang bisa memilih di antara keduanya, karena masing-masing memiliki ketentuan tersendiri. 

Misalnya, orang yang sakit sementara wajib mengganti puasa dengan qadha.

Sedangkan mereka yang tidak memiliki kemampuan fisik untuk berpuasa diperbolehkan membayar fidyah.

Baca juga: Sampai Tanggal Berapa Bulan Syawal 2026? Ini Jawaban Pemerintah dan Muhammadiyah

Bulan Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mulai melunasi kewajiban tersebut. 

Bagi yang menjalankan qadha, puasa dapat dilakukan setelah Idulfitri dan bisa dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan hingga jumlah hari yang ditinggalkan terpenuhi.

Sementara itu, bagi yang wajib membayar fidyah, caranya adalah dengan memberikan makanan kepada fakir miskin. 

Umumnya, satu hari puasa yang ditinggalkan diganti dengan satu porsi makanan. Bentuknya bisa berupa makanan siap saji atau bahan pokok seperti beras.

Di era modern, pembayaran fidyah juga bisa dilakukan melalui lembaga amil zakat terpercaya. 

Cara ini dinilai lebih praktis karena penyaluran bantuan dapat langsung tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

Selain itu, waktu pelaksanaan qadha maupun fidyah sebaiknya tidak ditunda terlalu lama. 

Menyegerakan pelunasan kewajiban ibadah menjadi langkah penting agar tidak menumpuk hingga Ramadan berikutnya.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah niat. 

Dalam setiap ibadah, termasuk qadha dan fidyah, niat menjadi bagian utama yang menentukan sah atau tidaknya amalan tersebut.

Dengan memahami cara yang tepat, umat Islam dapat melunasi kewajiban puasa dengan tenang dan tetap mendapatkan keberkahan di bulan Syawal.

(Tribunnews.com/Widya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.