Dalam Waktu 2 Hari, 813 Gempa Susulan Terjadi di Laut Maluku
Desy Selviany April 05, 2026 04:50 PM

TRIBUNBEKASI-Dalam waktu dua hari, sebanyak 813 gempa susulan terjadi di Laut Maluku perbatasan antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Manado menjelaskan bahwa sudah 813 gempa susulan terjadi hingga Sabtu (4/4/2026) sore.

Gempa tersebut merupakan gempa susulan dari gempa utama yang terjadi Kamis (2/4/2026) pagi.

Dari jumlah tersebut, 22 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Namun demikian, semakin hari kekuatan gempa yang berada di Bitung, Sulawesi Utara itu semakin melemah. 

Berdasarkan data BMKG, lonjakan gempa susulan terjadi pada 2 April 2026. 

Pada periode pagi hingga sore hari, tercatat 197 kejadian gempa, kemudian meningkat menjadi 201 kejadian pada malam hari.

Memasuki 3 April 2026, frekuensi gempa sempat menurun menjadi 143 kejadian. Namun, aktivitas kembali meningkat menjadi 166 kejadian pada periode berikutnya.

Sementara itu, pada 4 April 2026 hingga pukul 17.48 WIB, jumlah gempa susulan tercatat menurun signifikan menjadi 106 kejadian.

Namun pada Sabtu pagi (4/4/2026) masih terjadi gempa susulan di Bitung dengan kekuatan cukup besar yakni 5,8 magnitudo dengan kedalaman 28 km.

Oleh karena itu BMKG tetap mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG guna menghindari hoaks atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Fenomena gempa susulan yang akan terjadi di Laut Maluku sudah diprediksi oleh BMKG sebelumnya usai guncangan besar yang pertama. 

Selama satu dan dua Pascagempa utama, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada dengan gempa susulan. 

Sebab biasanya gempa susulan akan lebih besar dari gempa utama yang terjadi pada Kamis pagi. 

Diperkirakan gempa susulan ini akan berlangsung satu hingga dua pekan lamanya dengan kekuatan yang semakin melemah seiring waktu. 

Baca juga: Dimakamkan di Bandung, Kapten yang Gugur di Lebanon Dikenal Kuat Ibadah

Sebelumnya gempa yang berpusat di Bitung, Sulawesi Utara itu menimbulkan tsunami setinggi 0,3 meter menurut laporan BMKG.

Warga pun merekam bibir pantai yang sempat terkena ombak tsunami kecil. 

Terlihat arus di bibir pantai tersebut cukup kuat seperti terlihat dari video yang dibagikan Facebook Sumiati S. 

Warga pun ramai-ramai menyaksikan tsunami kecil yang terjadi di Sidangoli Gam, Maluku Utara. 

Dilaporkan Tsunami terjadi dengan ketinggian 0.3 meter dengan visual seperti arus pasang dengan kecepatan yang cukup tinggi. 

BMKG melaporkan gempa yang menimbulkan tsunami itu terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. 

Adapun titik kordinat gempa terjadi di lokasi 1,25 Lintang Utara 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 km.

Sementara itu akibat gempa tsunami datang di Halmahera Barat pukul 06:08 WITA setinggi 0.3 meter dan di Bitung pukul 06:15 WITA setinggi 0.2 meter. 

Tsunami juga dilaporkan terjadi di Minahasa Utara, Belang, dan Sidangoli dengan ketinggian hingga 0,75 meter.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.