Runtuhan Tanah Masih Terjadi di Pondok Balik, Lahan Petani Terus Tergerus Sinkhole
Mawaddatul Husna April 05, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Fenomena runtuhan tanah akibat sinkhole di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus terjadi berulang setiap hari dan mengancam lahan pertanian warga.

Seorang petani setempat, Sudarsono, mengaku runtuhan tanah bisa terjadi beberapa kali dalam sehari.

Meskipun saat ini Mentri PU telah membangun dua sumur bor di dekat lubang, air masih tetap mengalir di area drainase saat musim hujan tiba.

“Kalau hujan, air di parit menuju ke lubang itu tetap juga keluar, kalau kemarau kering karena sudah ada sumur bor, air itu lah yang membuat lubang makin besar,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Runtuhan yang terjadi secara bertahap itu membuat lahan pertanian warga perlahan hilang. 

Sudarsono menyebut tanaman cabai miliknya yang telah digarap selama bertahun-tahun kini sudah jatuh ke dalam lubang sedikit demi sedikit.

“Cabainya sudah jatuh ke bawah. Sedikit-sedikit tanahnya habis,” ucapnya.

Berdasarkan data desa, total lahan yang terdampak mencapai sekitar 5 hektare dengan sedikitnya 11 pemilik lahan. 

Mayoritas merupakan kebun cabai yang menjadi sumber penghidupan warga.

Selain lahan pertanian, ancaman juga mulai mendekati permukiman. 

Jarak titik runtuhan diperkirakan sekitar 600 meter dari rumah warga, bahkan di beberapa titik hanya puluhan meter.

Kondisi tersebut membuat warga diliputi kekhawatiran, terutama jika runtuhan terus terjadi dengan intensitas tinggi.

“Tiap hari ada saja yang gugur. Takut nanti habis semua,” kata Sudarsono.

Hingga kini, belum ada kepastian terkait penanganan maupun ganti rugi bagi warga yang lahannya terdampak. 

Sementara itu, fenomena runtuhan tanah masih terus berlangsung dan berpotensi meluas.

Bupati Bener Meriah Mengaku Siap Ganti Lahan Warga

Pernyataan itu disampaikan Tagore saat mendampingi kunjungan Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia yang meninjau langsung lokasi kejadian di Pondok Balik.

Dihadapan Menteri PU, Tagore menegaskan bahwa dirinya tidak akan lepas tangan terhadap masyarakat yang terdampak, mengingat lahan yang sebelumnya dibagikan kepada warga merupakan kebijakan yang dilakukan saat dirinya menjabat.

“Itu urusan Bupati, urusan saya. Bertanggung jawab, karena dulu yang membagi juga saya ini,” ujar Tagore kepada wartawan.

Ia berharap dukungan para wartawan dapat membantu menyampaikan kondisi masyarakat sehingga upaya penanganan dapat segera dilakukan.

Tagore mengatakan pemerintah juga telah menyiapkan solusi bagi warga terdampak dengan menyediakan lahan alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, terlebih banyak masyarakat Bener Meriah yang juga memiliki lahan di Pondok Balik. (*)

Baca juga: Kementerian PU Libatkan Pakar Tangani Sinkhole, Sumur Bor Dibuat untuk Kurangi Aliran Air ke Lubang

Baca juga: Bupati Bener Meriah Mengaku Siap Ganti Lahan Warga Terdampak Sinkhole di Pondok Balik

Baca juga: Menteri PU Dody Kaget Suara Dentuman Tanah Saat Tinjau Lubang Raksasa Mirip Sinkhole di Aceh Tengah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.