Razman Beber Kekecewaan Rismon Soal Kontribusi Roy Suryo di Buku Jokowi: Dia Cuma 50 Halaman
Evan Saputra April 05, 2026 05:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Polemik mengenai ijazah Joko Widodo hingga kini masih terus berlanjut dan belum menemukan titik akhir.

Isu ini kembali memanas setelah Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution, menyampaikan pengakuan yang disebut berasal dari Rismon Sianipar.

Razman mengungkapkan kekecewaan Rismon terkait perbedaan kontribusi dalam penyusunan bukti yang diajukan ke publik. 

Baca juga: 153 Personel Kepolisian Diturunkan Amankan Tradisi Cengbeng di Kabupaten Bangka

"Dia merasa dipolitisasi. Terutama oleh Roy Suri. Wah, ini bahasa dia ke saya, Bang Refli," ujar Razman, dari kanal YouTube Sindonews.

"Dia merasa begini, 'Bang, saya bukan saya dipolitisasi, dieksploitasi juga. Kenapa? Bayangkan, dalam buku Joko itu yang buat itu 480 halaman saja. Mas Roy itu hanya 50 halaman, itu pun via chat WA'," tambah Razman. 

Razman bahkan mempertanyakan kredibilitas Roy.

"Satu jurnal saja, ada tidak temuan dari seorang Roy, sehingga dia bisa mengatakan ahli telematika, padahal dia serjana yang bukan telematika," katanya.

Selain isu politisasi, Razman juga membocorkan adanya dugaan aliran dana atau penyokong (bohir) yang membuat gerakan ini bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Razman menyebut informasi ini didapatkan langsung dari komunikasi pribadinya dengan Rismon. 

"Dia mengatakan bahwa ada dugaan bohir di belakang ini. 'Bang bayangin aja. Kenapa bisa lama bertahan begitu. Tentu ada sesuatu'", kata Razman menirukan perkataan Rismon. 

"Sebenarnya dia gak mau cerita banyak. Tapi nanti pada waktu saya akan ungkap. Dugaan kuat ada bohir di belakang," tambahnya.

Razman menyinggung biaya operasional hingga biaya setiap pertemuan dan ajakan makan siang.

Menanggapi tudingan tersebut, Refly Harun selaku pengacara Roy Suryo dan dokter Tifa memberikan jawaban mengejutkan. 

Refly meminta publik menilai sendiri, siapa yang memiliki bohir, apakah pihaknya bersama Roy Suryo dan dokter Tifa atau orang-orang yang mendukung Jokowi. 

"Jadi saya mengatakan ya, kalau Anda misalnya saya membela Roy Suryo, seorang warga negara, dengan membela Jokowi yang mantan presiden. Jadi Anda nilai sendiri itu satu." 

"Yang kedua, kita bicara uang 50 miliar. aapa buktinya bahwa ada transfer 50 miliar tersebut? Kalau bisa 50 miliar seperti ini, udah senang-senang saya udah kipas-kipas. Ini boro-boro kita mendapatkan uang, kita ini keluar uang sendiri, apapun yang kita kerjakan itu adalah berdasarkan inisiatif-inisiatif sendiri. Sebagai contoh misalnya, ketika mengajukan promosional ke MK, misalnya.

Saya tuh fotokopi sendiri tuh, di rumah saya ada mesin fotokopi. Jadi bikin berapa rangkap tuh fotokopi sendiri," pembelaan Refly Harun 

Pihaknya menyebut, justru pihak Razman dan pembela ijazah palsu yang memiliki bohir. 

"Bohirnya kan pasti ada, Pak Jokowi kan bohirnya. Perkara kemudian Pak Jokowi apakah mengalirkan dana atau tidak, saya tidak tahu. Tapi masa sih ada makan siang yang gratis dan no free lunch," beber Refly. 

"Jadi begini, kan saya katakan no freelance, tidak ada makan siang yang gratis," kata Refly Harun. 

"Dalam politik itu nggak ada orang doing something terhadap kekuasaan tanpa mendapatkan atau menginginkan benefitnya baik sekarang maupun masa depan," tambahnya.

Atas tuduhan tersebut, Razman mengaku bahkan tidak menerima uang sepeser pun dari Jokowi. 

"begini, saya klarifikasi. Pertama untuk saya ya, sampai dengan detik ini, baru selesai Ramadan, ini Shawal. Wallahi wa billahi wa tallahi tak ada satu rupiah pun saya terima dari Pak Jokowi atau siapapun. Sedangkan usaha saya, saya ada," jawabnya. 

Razman juga menegaskan bahwa tuduhan uang Rp 50 miliar yang beredar diucapkam oleh Rismon Sianipar di media sosial adalah video hoax. 

Menurutnya, Rismon hanya menyebut adanya bohir, namun tidak menyebutkan jumlahnya. 

"Kami gak persoalkan sejuta dua juta (undangan makan siang). Ini yang bercerita teman mereka sendiri namanya Rismon," tambah Razman.

(Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.