SBY Ungkap Momen Menggetarkan Hormati Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Air Mata Keluarga
Wahyu Septiana April 05, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Momen haru menyelimuti kepulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. 

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku merasakan getaran emosi yang begitu dalam ketika memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang telah mengorbankan jiwa raga demi tugas negara.

SBY bahkan tak bisa menyembunyikan perasaannya saat berada di tengah suasana duka di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (4/4/2026). 

Di hadapan peti jenazah dan keluarga yang ditinggalkan, ia menyaksikan langsung kesedihan mendalam yang terpancar dari istri, anak, hingga orangtua para prajurit.

Tak hanya kehilangan bagi keluarga, peristiwa ini juga menjadi duka bagi seluruh bangsa. 

SBY pun menyinggung air mata yang jatuh dari keluarga korban, yang menurutnya menggambarkan betapa besar pengorbanan seorang prajurit dalam menjalankan tugas negara di medan konflik.

"Indonesia berduka karena tiga prajurit yang bertugas sebagai penjaga perdamaian (peacekeeper) di Lebanon gugur. Beberapa prajurit juga mengalami luka berat, termasuk dalam insiden ketiga kemarin, di tempat penugasan mereka," kata SBY melalui akun X-nya pada Minggu (5/4/2026).

Ia juga mengaku sangat tersentuh saat memberikan penghormatan terhadap jenazah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. 

"Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenazah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon, hati saya ikut tergetar," ujarnya.

"Memang seorang prajurit disumpah untuk siap mengorbankan jiwa dan raganya ketika tugas negara memanggil," ujarnya. 

SBY mengungkapkan, dirinya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga para prajurit (istri, anak dan orangtua) yang hadir di Cengkareng. 

"Saat saya ikut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada mereka, saya tahu arti air mata yang jatuh di pipi mereka," ungkapnya. 

SBY Kenang Momen saat Jadi Kepala Pengamat Militer

SBY menyatakan dirinya mendukung langkah-langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur, dan adil.

Menurut SBY, PBB harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka peacekeeper dari Indonesia bisa terjadi.

"Saya tahu bahwa investigasi dalam situasi pertempuran yang amat dinamis sering tidak mudah. Tetapi, bagaimanapun tetap dapat dilaksanakan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal (acceptable, believable narrative)," jelas SBY.

"Saya pernah mengemban tugas PBB di Bosnia (former Yugoslavia) tahun 1995-1996. Dengan pangkat Brigadir Jenderal, saya menjadi Kepala Pengamat Militer PBB. Investigasi terhadap pelanggaran gencatan senjata juga sering kami lakukan," imbuhnya.

Prajurit Gugur

Tiga prajurit Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI yang gugur dalam tugas dan delapan lainnya terluka.

Mereka menjadi korban serangan Israel di Lebanon.

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar gugur setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Lebanon Selatan pada  30 Maret 2026.

Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung Jawa Barat, Minggu (5/4/2026).

Kemudian, Sertu Nur Ichwan gugur akibat sebuah ledakan yang menghantam kendaraan United Nations Interim Force In Lebanon Atau UNIFIL yang mengangkut dirinya bersama rombongan pada Senin (30/3/2026).

Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giridharmoloyo Kota Magelang pada Minggu (5/4/2026).

Selanjutnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur pada Minggu (29/3/2026) setelah proyektil meledak di dekat tempat pasukan perdamaian PBB di dekat Desa Adchit al-Qusayr di Lebanon Selatan.

Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni di Kapanewon Wates, Kulonprogo, Yogyakarta pada Minggu (5/4/2026).

Berita Lainnya

Baca juga: Rekonstruksi 45 Adegan Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Polisi Soroti Momen Mencekam di Adegan ke-21

Baca juga: Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon, SBY Kenang Momen saat Jadi Kepala Pengamat Militer PBB

Baca juga: Pengalaman Saat Pandemi, Sejumlah ASN Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Kebijakan WFH Hemat Energi  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.