TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Proporsi tenaga kerja berpendidikan tinggi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara ( Kaltara ), menunjukkan tren peningkatan mencapai 21,89 persen di tengah pergeseran dominasi lapangan kerja dari sektor pertanian ke sektor jasa.
Meskipun kualitas pendidikan angkatan kerja membaik, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT pada Agustus 2025 tercatat sebesar 3,42 persen.
Angka pengangguran tersebut mengalami kenaikan tipis sebesar 0,32 persen poin jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca juga: 2 Kepala Dinas di Malinau Provinsi Kaltara Akan Masuk Usia Pensiun 2026
Namun secara makro, Kabupaten Malinau dinilai masih berada dalam kondisi Full Employment karena hampir seluruh sumber daya tenaga kerja yang tersedia telah digunakan secara efisien.
Kepala Badan Pusat Statistik Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan bahwa perubahan struktur ketenagakerjaan mulai terlihat dari beralihnya konsentrasi pekerja ke sektor jasa.
"Tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
Tenaga kerja yang berpendidikan tinggi yaitu Diploma I, II, III dan Universitas sebesar 21,89 persen," ujarnya dalam Rilis Pers 2026.
Saat ini, sektor jasa menyerap tenaga kerja paling banyak sebesar 43,50 persen, menyalip sektor pertanian yang berada di angka 43,48 persen, dan manufaktur sebesar 13,03 persen.
Data menunjukkan penduduk bekerja masih didominasi oleh lulusan jenjang sekolah dasar ke bawah dengan proporsi 30,29 persen, meski angka lulusan perguruan tinggi terus merangkak naik.
"Jumlah tenaga kerja baik laki-laki maupun perempuan meningkat, namun TPT juga meningkat karena daya serap tenaga kerja lebih rendah dibandingkan peningkatan angkatan kerja," katanya.
Peningkatan angka pengangguran terutama terlihat pada kelompok angkatan kerja perempuan akibat pertumbuhan jumlah pencari kerja yang melampaui ketersediaan lowongan di pasar kerja lokal.
(*)
Penulis : Mohammad Supri