Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BMKG memprakirakan cuaca sepekan ke depan yang bakal terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Jawa Barat.
Kondisi ini dipengaruhi beberapa faktor yang masih mendukung pertumbuhan awan konvektif, yakni suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang memicu tingginya suplai uap air, serta terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin (kovergensi) tepat di atas Pulau Jawa.
Kondisi ini pun diperkuat aktifnya gelombang atmosfer tipe Rossby Ekuatorial di atas Jabar serta didukung kelembapan udara yang sangat tinggi pada lapisan 850-500 mb (berkisar 40–98 persen) dan tingkat labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat, yang secara kolektif menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif di sebagian besar wilayah Jabar.
"Hasil monitoring curah hujan sepekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tercatat di sebagian wilayah Jabar, yaitu di Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran," ujar Teguh Rahayu selaku Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Viral Whoosh Sempat Berhenti Mendadak di Kopo Bandung, Ternyata gara-gara Cuaca Ekstrem
Rahayu menambahkan, sepekan ke depan ada beberapa dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jabar, di antaranya suhu muka laut yang masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia bagian barat, masih ada potensi terbentuknya daerah belokan angin di sekitar wilayah Jabar, meski tidak persisten selama sepekan ke depan, gelombang atmosfer tipe Rossby Ekuatorial diprakirakan akan aktif di awal hingga pertengahan pekan, dan kondisi labilitas atmosfer masih diprakirakan bervariasi pada kategori ringan hingga kuat yang mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal.
"Prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal, serta luaran model cuaca probabilistik/deterministik dan analisis data pengamatan, kami sampaikan prospek cuaca mingguan untuk wilayah Provinsi Jabar di mana potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah," ujarnya.
"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencanahidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Tetap tenang namun siaga, mengenali resiko di lingkungan
sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol
evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana," ujar Rahayu.(*)