Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Hujan lebat yang mengguyur Kota Bengkulu pada Minggu sore (5/4/2026) berujung petaka.
Sebuah kapal nelayan dilaporkan karam di kawasan Pantai Pasir Putih sekitar pukul 16.35 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang penumpang menjadi korban, dengan satu orang berhasil selamat, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, cuaca di sekitar lokasi kejadian memang sempat memburuk dengan intensitas hujan tinggi disertai angin.
Kondisi tersebut diduga kuat menjadi penyebab kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu, yang terjadi hanya beberapa menit setelah hujan deras mulai turun.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu bermula sekitar pukul 16.20 WIB, saat hujan lebat mengguyur wilayah pesisir Kota Bengkulu.
Kapal nelayan yang saat itu membawa dua orang penumpang diduga kehilangan kendali akibat cuaca buruk hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Kronologi Kejadian Kapal Nelayan Karam
Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, membenarkan adanya kejadian kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu tersebut.
Ia menjelaskan bahwa laporan pertama diterima tidak lama setelah kejadian berlangsung.
“Benar, kami menerima laporan adanya kapal nelayan karam di wilayah Pasir Putih Bengkulu pada Minggu sore. Dari dua orang penumpang, satu orang berhasil selamat dan satu orang lainnya masih dalam pencarian,” ujar Mega saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, saat kejadian kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu, kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.
Hujan deras yang tiba-tiba turun membuat gelombang laut meningkat dan menyulitkan pergerakan kapal nelayan kecil.
“Diduga kapal tidak mampu bertahan menghadapi gelombang dan cuaca buruk, sehingga akhirnya karam,” tambahnya.
Satu Korban Selamat, Satu Masih Hilang
Dalam insiden kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu ini, satu orang penumpang berhasil menyelamatkan diri.
Identitas kedua korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu tersebut juga masih belum diketahui secara pasti.
Petugas masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap identitas korban.
Korban selamat saat ini telah mendapatkan penanganan awal, sementara fokus utama tim SAR adalah menemukan korban yang masih hilang.
Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Mendapatkan laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Bengkulu langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Upaya pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur.
Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Bengkulu, Polresta Kota Bengkulu, TNI, BPBD Kota Bengkulu, serta masyarakat setempat turut dikerahkan dalam operasi pencarian.
“Setelah menerima laporan, tim langsung diberangkatkan ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian,” kata Mega.
Dalam operasi ini, berbagai peralatan SAR juga diturunkan untuk mendukung pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu.
Peralatan SAR Dikerahkan
Untuk menunjang operasi pencarian, tim SAR membawa sejumlah peralatan lengkap.
Di antaranya kendaraan operasional seperti Hilux Double Cabin dan truk personel, serta peralatan khusus pencarian dan penyelamatan.
Selain itu, tim juga menggunakan peralatan komunikasi SAR, perlengkapan medis, peralatan dokumentasi, serta peralatan SAR air, termasuk perahu karet jenis LCR (Landing Craft Rubber).
Dengan dukungan alat tersebut, diharapkan proses pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu dapat berjalan maksimal meski terkendala kondisi cuaca dan ombak yang masih cukup tinggi.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini