Hujan Lebat di Senggigi, Jalan dan Pemukiman Warga Terendam
Wahyu Widiyantoro April 05, 2026 07:19 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Hujan dengan intensitas sangat tinggi memicu banjir di wilayah Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (5/4/2026).

Luapan air merendam akses jalan utama kawasan wisata hingga memasuki pemukiman penduduk di beberapa desa.

Yasin Abdul Aziz, karyawan swalayan di Senggigi menuturkan, hujan lebat mulai mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 12.45 WITA. 

Debit air meningkat dalam waktu singkat akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan yang masif, sehingga air meluap ke badan jalan dan pemukiman.

Kondisi terparah terpantau di jalur wisata Desa Senggigi. Di Jalan Raya Senggigi, tepatnya di depan Hotel Sheraton.

Baca juga: Pemprov NTB Kucurkan Dana BTT-Bentuk TRC untuk Perbaikan Jalan Rusak Akibat Banjir

“Ketinggian air di sana mencapai di atas lutut orang dewasa,” ucapnya saat dihubungi TribunLombok.com.

Situasi serupa juga terjadi di depan Hotel Sudamala, di mana genangan air setinggi lutut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Hal ini mengakibatkan terjadinya antrean kendaraan yang cukup panjang dan kelumpuhan arus lalu lintas di titik-titik krusial tersebut.

Terkait kondisi darurat ini, Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda memberikan gambaran mengenai parahnya situasi di lapangan yang memerlukan bantuan teknis segera. 

“Ada titik yang memang tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Penanganan banjir ini memerlukan kolaborasi antarinstansi agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas,” kata AKP I Putu Krisna Varananda.

Selain jalur transportasi, ancaman banjir juga meluas ke area pemukiman warga akibat meluapnya aliran sungai.

Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, debit air sungai terus meningkat hingga mulai memasuki halaman rumah penduduk.

Di aliran Sungai Dam Sandik, Desa Lembah Sari, luapan air juga diungkapkannya sudah mulai menggenangi area pekarangan rumah warga setempat.

Ia juga menambahkan bahwa pihak otoritas setempat telah berkoordinasi dengan Camat Batulayar untuk mendapatkan dukungan dari pihak terkait. 

“Tujuannya agar segera mendapatkan bantuan dan dukungan teknis dari Dinas terkait serta pihak BPBD Kabupaten Lombok Barat untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan seperti pohon tumbang atau tanah longsor di sepanjang tebing jalan akibat kondisi tanah yang sudah jenuh akan air hujan.

“Warga di pinggiran sungai, khususnya di Kerandangan dan Dan Sandik, kita minta tetap sigap mengamankan barang berharga jika debit air kembali naik,” pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.