5 Berita Populer di Kepahiang 30 Maret-5 April 2026: Ada 14 Adegan Rekonstruksi Kematian Gita Fitri
Ricky Jenihansen April 05, 2026 08:54 PM

1. Kebakaran 2 Rumah di Daspetah Kepahiang Diwarnai Aksi Anarkis Warga, Petugas Damkar Diserang

Peristiwa kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Minggu malam (29/3/2026).

Kepala Satpol PP dan Damkar Kepahiang, Dedi Sukrizal, mengungkapkan dalam proses pemadaman pihaknya sempat mengalami beberapa kendala.

“Sempat terkendala dengan kerumunan masyarakat, personel kita tidak bisa memadamkan api secara maksimal di lapangan,” ungkap Dedi.

Tak hanya itu, situasi di lokasi bahkan sempat memanas dikarenakan sejumlah oknum warga melakukan tindakan yang menghambat petugas.

“Ada beberapa warga yang menarik selang, melakukan pengerusakan mobil, bahkan melakukan penyerangan fisik terhadap petugas,” terang Dedi.

Lanjut Dedi menerangkan akibat tindakan tersebut kendaraan pemadam mengalami kerusakan dan petugas yang cedera.

"Sepion copot, mobil penyok dan anggota yang mengalami serangan ada dua orang, dipukul menggunakan balok kayu, satunya lagi personil BPBD kena tinju dibagian belakang kepala," ungkap Dedi.

Dedi menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan warga tersebut.

Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi karena warga yang panik.

Harapannya ke depan pemerintah desa dapat membantu mengoordinir warganya dan melindungi petugas damkar saat melaksanakan tugas.

Baca juga: Kebakaran 2 Rumah di Daspetah Kepahiang Diwarnai Aksi Anarkis Warga, Petugas Damkar Diserang

2. Rekonstruksi Kematian Misterius Gita Fitri di Talang Sawah Kepahiang, Tersangka Peragakan 14 Adegan

Polres Kepahiang menggelar rekonstruksi kasus kematian Gita Fitri Ramadani (25) di kebun pepaya Desa Talang Sawah, Senin (30/3/2026), dengan menghadirkan tersangka yang memperagakan 14 adegan.

Diketahui, Gita diteKan tewas di kebun pepaya yang berada di Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, pada Rabu dini hari (4/2/2026).

Setelah peristiwa tersebut, sejumlah dugaan kejanggalan dan polemik terkait kematian Gita Fitri mencuat dan ramai menjadi sorotan masyarakat.

Sehingga, untuk memperjelas kasus tersebut, pihak kepolisian melakukan rekonstruksi terhadap kasus tersebut.

Yuriko menegaskan dalam rekonstruksi yang terbagi menjadi 14 adegan tersebut tidak ada yang ditutupi.

Ia mempersilahkan apabila ada masyarakat yang ingin bertanya setelah proses rekonstruksi.

Selama proses rekonstruksi, Yuriko menerangkan bahwa tidak ada pihak yang membantah.

Setelah dilakukan rekonstruksi, berkas yang sebelumnya P19 akan dilengkapi kembali oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Polisi Rekonstruksi Kematian Misterius Gita Fitri di Kepahiang usai Komisi III DPR RI Jadwalkan RDP

3. Terungkap Alasan Gita Fitri ke Kebun Pepaya di Talang Sawah Kepahiang Pada Malam Hari, Bertemu MK

Polres Kepahiang mengungkapkan alasan Gita Fitri Ramadani mendatangi kebun pepaya Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang pada Selasa (3/2/2026), malam sekitar pukul 20.20 WIB.

Gita ditemukan tewas di kebun pepaya yang berada di Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, pada Rabu dini hari (4/2/2026).

Setelah peristiwa tersebut, sejumlah dugaan kejanggalan dan polemik terkait kematian Gita Fitri mencuat dan ramai menjadi sorotan masyarakat.

Kuasa hukum keluarga bahkan telah melaporkan dua oknum anggota Polres Kepahiang ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bengkulu pada Jumat (6/3/2026), karena diduga adanya pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan kasus tersebut.

Di sisi lain, pihak kepolisian sebelumnya menyatakan korban diduga meninggal akibat tersengat listrik dan telah menetapkan satu tersangka berinisial MK, pemilik kebun tempat korban ditemukan.

Namun, keluarga korban menilai masih banyak kejanggalan yang belum terjawab, mulai dari hilangnya handphone korban, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dinilai terlambat, hingga dugaan pemindahan jenazah sebelum penanganan resmi dilakukan.

Baca juga: Terungkap Alasan Gita Fitri ke Kebun Pepaya di Talang Sawah Kepahiang Pada Malam Hari, Bertemu MK

4. Disetubuhi Berulang Kali dan Tak Kunjung Dinikahi, Pelajar di Kepahiang Laporkan Duda ke Polisi

Seorang pelajar berusia 17 tahun di Kabupaten Kepahiang melaporkan pacarnya, seorang duda berusia 21 tahun, ke polisi karena tidak kunjung menikahinya setelah diduga melakukan persetubuhan berulang kali.

Pelaku merupakan seorang duda berusia 21 tahun berinisial E dan kini telah diringkus oleh Polres Kepahiang pada Rabu (2/4/2026).

Ia ditangkap tidak lama setelah dilaporkan oleh orang tua korban.

Kasat Reskrim Iptu Bintang Yudha Gama menerangkan penangkapan terhadap pelaku dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Korban diketahui merupakan anak berusia 17 tahun yang masih berstatus pelajar.

Pelaku dan korban diketahui memiliki hubungan pacaran selama kurang lebih 4 bulan.

Korban melaporkan kejadian tersebut kepada ibunya karena pelaku tidak kunjung menikahinya.

Baca juga: Nasib Siswi SMA di Ujan Mas Kepahiang Tak Tahan Rayuan Duda, Ditiduri 4 Kali Usai Dapat Janji Manis

5. Kronologi Petani Kepahiang Disambar Petir saat Berteduh di Pondok Kebun

Kronologi petani asal Kabupaten Kepahiang bernama Heriyanto (50) disambar petir saat sedang berteduh di pondok kebunnya pada Jumat sore (3/4/2026).

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda melalui Kapolsek Ujan Mas Iptu Ali Ardani membenarkan adanya peristiwa warga yang tersambar petir tersebut.

Kapolsek menerangkan, saat itu korban tengah berada di kebun miliknya untuk memanen mentimun yang berlokasi di Desa Suro Bali, Kecamatan Ujan Mas. 

Saat sedang memetik mentimun, kondisi cuaca tiba-tiba hujan dan korban bergegas menuju pondok untuk berteduh.

Saat berada dalam pondok tersebutlah korban diduga tersambar petir.

Beruntung korban yang tersambar petir mengalami luka bakar di bagian kaki kiri.

Kapolsek Ujan Mas melalui personil piket bersama langsung melakukan pengecekan di lokasi dan membawa korban ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara disekitar lokasi terdapat dua ekor anjing penjaga kebun tak jaruh dari posisi ikut tersambar petir  dan mati.

Setelah kejadian korban langsung dilarikan ke klinik kesehatan RS Assalam di Rejang Lebong untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Pria Asal Kepahiang Tersambar Petir Saat Memetik Timun, Korban Dirawat di RS Assalam Curup

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.