Mesir Naikkan Tarif Listrik Hingga 20 Persen di Tengah Krisis Energi Global
Mursal Ismail April 06, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Kenaikan tarif listrik di Mesir menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan energi di tengah lonjakan biaya impor akibat konflik global. 

Kebijakan ini difokuskan pada konsumen besar dan sektor komersial, sekaligus mencerminkan tekanan fiskal yang semakin berat di tengah inflasi dan beban utang tinggi.

Mesir resmi menaikkan tarif listrik bagi konsumen berdaya tinggi dan sektor komersial mulai April 2026, di tengah tekanan krisis energi global yang dipicu konflik akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran.

Kementerian listrik dan Energi Terbarukan Mesir menyebut kebijakan ini diambil untuk menekan konsumsi energi sekaligus menjaga ketahanan pasokan listrik di tengah lonjakan biaya impor energi.

Pengguna listrik rumah tangga dengan konsumsi rendah dipastikan tidak terdampak kebijakan ini.

"Kenaikan dibatasi pada segmen dengan konsumsi tinggi dan pengguna komersial dalam upaya untuk mempertahankan pasokan listrik di seluruh sektor perumahan, komersial, dan industri," kata kementerian dikutip dari Reuters, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Hizbullah Serang Kapal Perang Israel dengan Rudal Jelajah hingga Terbakar di Tengah Laut

Pemerintah mempertahankan tarif listrik untuk penggunaan hingga 2.000 kilowatt (kWh) per bulan, sementara pelanggan dengan konsumsi lebih tinggi akan menghadapi kenaikan tarif rata-rata 16 persen.

Adapun tarif listrik untuk sektor komersial di semua tingkat dinaikkan lebih tinggi, yakni rata-rata sekitar 20 persen.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Mesir meredam tekanan fiskal yang meningkat akibat lonjakan biaya impor energi, seiring naiknya harga minyak global.

Perdana Menteri Mostafa Madbouly sebelumnya mengungkapkan bahwa tagihan impor energi negara tersebut telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah mengambil berbagai langkah penyesuaian, mulai dari menaikkan harga bahan bakar atau BBM, tarif transportasi umum, hingga menunda sejumlah proyek negara.

Selain itu, sejak Maret 2026, pemerintah Mesir juga mulai menerapkan kebijakan penghematan energi, termasuk pembatasan jam operasional tempat usaha.

Baca juga: Isu Israel Raya Menguat, Netanyahu Disebut Ingin Caplok Mesir hingga Arab Saudi Jika Iran Kalah

Di tengah tekanan tersebut, Mesir juga masih menghadapi tantangan ekonomi domestik, di mana beban utang yang tinggi membuat pembayaran bunga menyerap sekitar setengah dari total belanja pemerintah tahun fiskal berjalan.

Sementara itu, inflasi masih bertahan di level dua digit setelah sempat menyentuh puncak 38 persen pada September 2023, mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. (*)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/05/150300026/krisis-energi-memanas-giliran-yang-mesir-naikkan-tarif-listrik-hingga-20

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.