SERAMBINEWS.COM - Kelompok bersenjata Hezbollah mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal perang Israel Defense Forces di lepas pantai Lebanon, yang disebut-sebut berujung pada kebakaran hebat di kapal tersebut.
Dalam pernyataan resmi pada Minggu, Hezbollah menyebut serangan itu sebagai aksi balasan atas “agresi Israel” yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Rudal Antitank Pejuang Hizbullah Jadi Ancaman Mematikan, Korban Tentara Zionis Terus Berjatuhan
Target disebut berada sekitar 68 mil laut dari pantai Lebanon dan diduga tengah bersiap melancarkan operasi militer.
“Operasi penargetan dilakukan menggunakan rudal jelajah angkatan laut setelah pemantauan intensif selama berjam-jam. Serangan dipastikan mengenai sasaran secara langsung,” demikian pernyataan Hezbollah.
Kelompok tersebut menegaskan, serangan ini merupakan bagian dari operasi militer yang mereka sebut “Devoured Straw”, yang diklaim bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan Lebanon dari ancaman eksternal.
Ketegangan di kawasan memang tengah meningkat. Sehari sebelum insiden ini, Hezbollah mengaku telah melancarkan total 42 operasi terhadap berbagai target Israel, termasuk pangkalan militer dan wilayah permukiman yang mereka sebut sebagai “ilegal”.
Rinciannya, sebanyak 20 serangan diarahkan ke posisi Israel di wilayah pendudukan, sementara 21 operasi lainnya berlangsung di wilayah Lebanon.
Salah satu serangan bahkan diklaim mencapai target hingga 15 kilometer melampaui garis perbatasan Lebanon–Palestina.
Hingga kini, pihak Israel belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim serangan tersebut.
Namun, insiden ini berpotensi semakin memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang sudah tegang dalam beberapa waktu terakhir.(*)