TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, dr Amanda Trixie Hardigaloeh, Sp PD, K-EMD, FINASIM menjelaskan bahwa sistem endokrin merupakan satu kesatuan yang berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh manusia.
"Jadi endokrin itu memang satu sirkuit, satu sistem di dalam badan kita yang menyangkut kerja berbagai kelenjar dan hormon," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Minggu 5 April 2026.
Ia menerangkan, kelenjar dan hormon memiliki peran besar dalam proses pertumbuhan, perkembangan, hingga metabolisme tubuh. Karena itu, gangguan pada sistem ini dapat memicu berbagai penyakit.
"Nah dimana kelenjar dan hormon itu sangat bersinggungan dengan badan kita nih. Seperti pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan lain-lain. Jadi kalau misalkan nanti ada terjadi gangguan di sistem ini, di kelenjar hormon ini, nah itu dia menyebabkan penyakit gitu intinya," jelasnya.
Salah satu penyakit yang paling dikenal masyarakat adalah diabetes. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan erat dengan gangguan hormon insulin.
"Tapi sebenarnya dari sisi ilmu kedokteran, kenapa bisa diabetes? Karena hormon insulinnya terganggu," katanya.
Baca juga: Kini Jadi Indikator Kesehatan, Berat Badan Tak Bisa Diabaikan
Ia menambahkan, hormon insulin diproduksi oleh pankreas, sehingga gangguan pada organ tersebut menjadi salah satu pemicu utama diabetes. Selain itu, gangguan endokrin juga bisa terjadi pada kelenjar lain seperti tiroid hingga sistem reproduksi.
"Jadi kalau memang yang paling banyak itu diabetes, hubungannya dengan pankreas di dalam perut. Kemudian yang kedua adalah tiroid," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti keterkaitan antara obesitas dengan penyakit endokrin, khususnya diabetes. Berdasarkan data nasional, prevalensi diabetes berada di kisaran 11 persen, sementara obesitas mencapai sekitar 30 persen dan terus meningkat.
"Kalau orang obes itu bisa jadi diabetes, bisa jadi kolesterol, bisa jadi darah tinggi, tetapi yang lain juga, dia bisa jadi pengapuran, bisa jadi infertilitas, bisa gampang pikun," paparnya.
Ia menegaskan, saat ini obesitas tidak lagi dianggap sebagai tanda kemakmuran, melainkan telah dikategorikan sebagai penyakit yang dapat memicu berbagai komplikasi.
"Jadi memang obesitas itu sekarang sudah ditetapkan sebagai penyakit yang mempunyai cikal bakal, dia akan membawa penyakit-penyakit yang lain untuk bergabung jadi satu, akhirnya jadi komplikasi," tegasnya.
Untuk mencegah obesitas, ia menyarankan pendekatan menyeluruh dengan menjaga keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi.
"Pada prinsipnya obesitas itu terjadi ketidakseimbangan asupan dengan pengeluaran. Jadi yang harus kita lakukan gimana biar seimbang, jadi asupannya kita turunin, pengeluarannya kita naikin," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik sebagai langkah utama pencegahan.
"Kalau obesitas dan diabetes itu pengaturan makan dengan peningkatan aktivitas fisik. Jadi biar seimbang," pungkasnya. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!