TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Anggota DPRD Kalimantan Barat, Usmandy menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah kecelakaan bus DAMRI yang terjadi di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Minggu 5 April 2026.
Berdasarkan informasi sementara, dari kecelakaan itu para penumpang mengalami luka ringan hingga luka berat. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban meninggal dunia.
Atas peristiwa tersebut, Usmandy menyampaikan turut prihatin terhadap para korban dan keluarga yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak musibah ini. Semoga para korban luka segera diberikan kesembuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Dengan ini, ia juga mendesak manajemen DAMRI untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan teknis armada yang beroperasi. Dirinya menegaskan bahwa aspek keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.
“Perawatan rutin dan pengecekan kelayakan jalan atau ramp check tidak boleh sekadar formalitas. Harus benar-benar memastikan bus dalam kondisi prima sebelum berangkat,” katanya.
Baca juga: Bus DAMRI Alami Kecelakaan di Jalan Penyeladi Sanggau, Satu Korban Meninggal Dunia
Selain itu, dirinya juga meminta kepada pihak terkait untuk memastikan pemenuhan hak-hak penumpang, terutama bagi korban meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.
Bahkan, ia menekankan pentingnya pemberian asuransi perjalanan dan bantuan yang layak bagi para korban.
Lebih lanjut, Usmandy juga mendesak pemerintah melalui dinas terkait agar segera mengevaluasi titik-titik rawan kecelakaan.
Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan yang rusak atau bergelombang perlu segera diperbaiki guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Selain perbaikan jalan, kelengkapan rambu peringatan, tanda jalan, serta penerangan di area rawan kecelakaan harus dipastikan berfungsi dengan baik agar pengemudi lebih waspada,” harapnya.
Di sisi lain, Usmandy pun mengimbau para pengemudi untuk selalu mematuhi batas kecepatan serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima saat bertugas dan mengingatkan operator transportasi agar tidak memaksakan jam kerja berlebih kepada pengemudi.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kelalaian atau kelelahan menjadi pemicu kecelakaan,” pungkasnya. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!