Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten Klaten menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) kesehatan setelah lebih dari dua anak terjangkit penyakit campak.
Penetapan status KLB kesehatan ini dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan dan pelaksanaan imunisasi massal darurat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan status KLB kesehatan ditetapkan sebagai tindak lanjut atas munculnya kasus campak di wilayah tersebut.
"Status KLB kesehatan itu, untuk tindak lanjut ORI," ujar Anggit saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
ORI atau Outbreak Response Immunization merupakan program imunisasi massal darurat yang dilakukan untuk mencegah penyebaran campak lebih luas.
Langkah ini biasanya diterapkan ketika ditemukan kasus campak dalam jumlah tertentu di suatu wilayah.
Melalui program ORI, pemerintah daerah berupaya meningkatkan cakupan imunisasi pada anak-anak agar penularan campak dapat segera dikendalikan.
Baca juga: Antisipasi Campak Meluas, RSUD Kartini Karanganyar Buka Vaksin untuk Bayi hingga Dewasa, Gratis!
Anggit menjelaskan, status KLB kesehatan di Kabupaten Klaten akan otomatis berakhir setelah seluruh rangkaian vaksinasi ORI selesai dilaksanakan.
"Jika vaksinasi ORI selesai, dengan sendirinya status (KLB kesehatan) selesai," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Klaten mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia rentan, untuk mengikuti program imunisasi yang disiapkan agar penyebaran campak bisa dicegah sejak dini.
(*)