Gara-gara Ambisi Trump Serang Iran, Anggaran Militer Amerika Membengkak, Pertama Kali dalam Sejarah
Putra Dewangga Candra Seta April 06, 2026 08:32 AM

 

SURYA.co.id – Perang Iran menjadi mobilisasi finansial militer terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, mengajukan rancangan anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dollar AS (sekitar Rp 25,5 kuadriliun) untuk tahun 2027 kepada Kongres AS.

Anggaran ini diajukan untuk memperkuat operasi militer, mengisi ulang stok persenjataan, serta mempertahankan kampanye militer Amerika Serikat di Iran.

Namun rencana ini memicu kritik keras di dalam negeri.

Senator Demokrat, Jeff Merkley, menyebut rencana tersebut tidak realistis.

"Ini hanyalah permohonan yang tidak realistis untuk mendapatkan lebih banyak uang untuk senjata dan bom, dan lebih sedikit untuk hal-hal yang dibutuhkan masyarakat, seperti perumahan, perawatan kesehatan, pendidikan, jalan raya, penelitian ilmiah, dan perlindungan lingkungan," jelas Jeff dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026).

DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengirimkan sinyal damai ke Iran.
DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengirimkan sinyal damai ke Iran. (istimewa/WIKIMEDIA COMMONS)

Banyak yang bertanya-tanya, untuk apa uang sebesar itu?

Angka kuadriliun ini mencerminkan persiapan perang total yang melibatkan seluruh lini teknologi tempur tercanggih, mulai dari dasar laut hingga ruang angkasa.

Alokasi Utama untuk Mobilisasi Armada “Garis Depan”

Anggaran jumbo tersebut sebagian besar dialokasikan untuk mobilisasi kekuatan tempur garis depan Amerika Serikat, mulai dari kapal induk hingga sistem pertahanan rudal.

Operasional Kelompok Kapal Induk

Amerika Serikat kemungkinan akan menempatkan lebih dari satu Carrier Strike Group di kawasan Teluk Persia.

Operasi kapal induk membutuhkan biaya logistik harian yang sangat besar, termasuk bahan bakar kapal perang, operasional jet tempur, hingga logistik ribuan personel.

Teknologi Siluman & Pembom Strategis

JATUH - Foto kiri:  Ilustrasi Jet Tempur F-15 EX Amerika Serikat. Terbaru, Iran menembak jatuh jet tempur milik AS, namun satu pilotnya berhasil selamat dan kini diburu. Donald Trump malah menyinggung soal minyak.
JATUH - Foto kiri: Ilustrasi Jet Tempur F-15 EX Amerika Serikat. Terbaru, Iran menembak jatuh jet tempur milik AS, namun satu pilotnya berhasil selamat dan kini diburu. Donald Trump malah menyinggung soal minyak. (kolase istimewa/Youtube)

Anggaran ini juga mencakup kesiapan jet tempur F-35 serta pengerahan pembom siluman B-21 Raider.

Biaya satu jam terbang pesawat tempur generasi terbaru ini bisa setara harga mobil mewah, dan dalam perang modern, ratusan pesawat harus selalu dalam kondisi siaga.

Sistem Pertahanan Rudal Berlapis

Fokus utama lainnya adalah pengisian ulang rudal pencegat seperti Patriot dan THAAD.

Sistem ini sangat mahal, tetapi menjadi kunci untuk menangkis serangan rudal balistik Iran.

Selain itu, untuk meningkatkan anggaran militer, pemerintah AS juga berencana memangkas anggaran NASA sebesar 3,6 miliar dollar AS.

Reuters melaporkan bahwa Gedung Putih meminta pemotongan 23 persen untuk lembaga tersebut, termasuk pemotongan dana unit sains yang dapat membatalkan sekitar 40 program penelitian.

Perbandingan Kekuatan dan Biaya Perang (Simulasi 2026)

Jika dibandingkan, anggaran militer Amerika Serikat dan Iran sangat timpang, tetapi strategi yang digunakan sangat berbeda.

Amerika Serikat

  • Kapal induk nuklir dan armada global
  • Jet tempur siluman generasi ke-5
  • Satelit militer dan perang siber
  • Sistem pertahanan rudal berlapis
  • Biaya perang sangat mahal, berbasis teknologi tinggi

Iran

  • Rudal balistik jarak menengah
  • Drone kamikaze dan drone pengintai
  • Kapal cepat dan ranjau laut
  • Milisi proksi di berbagai kawasan
  • Biaya perang relatif murah, berbasis perang asimetris

Perbandingan ini menunjukkan bahwa Amerika unggul teknologi, sedangkan Iran unggul pada strategi perang biaya murah.

Mengapa Iran Bisa Menjadi “Lawan yang Mahal”?

Konsep perang yang terjadi bukan lagi sekadar kuat vs lemah, tetapi mahal vs murah.

Perang Murah vs Pertahanan Mahal

Dalam banyak simulasi perang modern, Amerika Serikat harus menembakkan rudal pencegat bernilai miliaran rupiah untuk menjatuhkan drone murah.

Jika Iran meluncurkan serangan drone dalam jumlah besar, biaya pertahanan Amerika bisa membengkak sangat cepat.

Blokade Selat Hormuz

Iran juga memiliki keunggulan geografis di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.

Biaya yang harus dikeluarkan Amerika Serikat untuk menjaga jalur ini tetap aman jauh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan Iran untuk menebar ranjau laut atau menggunakan kapal cepat bersenjata.

Inilah yang membuat Iran sering disebut sebagai “lawan murah yang mahal dikalahkan”.

Ujian Ketahanan Ekonomi Dolar di Tahun 2026

Anggaran 1,5 triliun dollar AS ini tidak hanya menjadi isu militer, tetapi juga isu ekonomi.

Angka tersebut memicu perdebatan besar di Kongres AS terkait defisit anggaran dan ketahanan ekonomi Amerika dalam jangka panjang.

Banyak pihak khawatir peningkatan anggaran militer besar-besaran dapat memicu inflasi dan memperbesar utang nasional, terutama jika konflik berlangsung lama.

Anggaran sebesar ini juga menandakan bahwa Amerika Serikat tidak bersiap untuk perang singkat, tetapi untuk konflik panjang yang bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Pertaruhan Rp 25,5 kuadriliun

Pada akhirnya, Rp 25,5 kuadriliun bukan sekadar angka anggaran, tetapi merupakan pernyataan kekuatan secara finansial.

Amerika Serikat ingin menunjukkan bahwa mereka mampu memenangkan perang dengan keunggulan teknologi dan logistik.

Namun pertanyaannya kini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tetapi siapa yang lebih tahan secara ekonomi.

Dunia kini menunggu, apakah modal raksasa ini cukup untuk menundukkan perlawanan Iran, atau justru menjadi beban ekonomi yang melemahkan dominasi Amerika Serikat sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.