Mauricio Souza Sesalkan Kartu Merah Jordi Amat Usai Persija Kalah dari Bhayangkara FC
Mochamad Hary Prasetya April 06, 2026 09:33 AM

 

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Jordi Amat mendapatkan kartu merah saat Persija Jakarta melawan Bhayangkara FC

BOLASPORT.COM – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyesalkan kartu merah yang diterima Jordi Amat saat timnya kalah dari Bhayangkara FC.

Mauricio menilai kartu merah tersebut menjadi salah satu titik balik yang membuat Persija kesulitan menjaga permainan hingga akhirnya kalah.

Menurut pelatih asal Brasil itu, Persija sebenarnya sempat tampil cukup baik, terutama pada 10 hingga 15 menit awal pertandingan.

Bahkan, Macan Kemayoran dinilai punya peluang untuk mencetak gol lebih banyak.

Adapun Jordi Amat mendapatkan kartu merah di awal babak kedua, disaat kondisi tim masih kuat 1-1.

Setelah kartu merah, Persija sempat unggul lagi lewat Fabio Calonego.

Sayangnya Bhayangkara FC berhasil mencetak dua gol kemudian.

Persija pun kalah 2-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-26 Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Minggu (5/4/2026).

“Jordi mendapat kartu merah itu, dia melakukan kesalahan."

"Saya pikir kita melakukan babak pertama, terutama 10 sampai 15 menit pertama, kita bisa saja cetak gol lebih banyak lagi,” ujar Mauricio Souza.

Namun, Mauricio menyayangkan Persija justru kehilangan ritme permainan setelah itu.

Situasi semakin sulit ketika timnya harus bermain dengan 10 orang.

Meski begitu, ia mengaku tetap berusaha mengejar kemenangan karena Persija sangat membutuhkan tiga poin.

“Di babak kedua, dengan kurang satu pemain, saya sebenarnya masih ingin mencetak satu gol lagi karena kita butuh tiga poin ini."

"Kita dapat gol, tapi kemudian kita kebobolan dari bola mati. Lalu kita coba lagi mendapatkan hasil maksimal, tapi kita kebobolan lewat serangan transisi,” katanya.

Mauricio juga memberikan kredit kepada Bhayangkara FC yang mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik.

Ia menyebut strategi Persija setelah kartu merah lebih banyak diarahkan untuk bertahan sambil mencari peluang lewat serangan balik.

“Kurang satu pemain membuat pertandingan sepenuhnya berubah."

"Strategi kita kemudian adalah bertahan dan mencoba mencuri satu atau dua serangan balik,” ucap Mauricio.

Lebih lanjut, Mauricio menegaskan dirinya yakin hasil pertandingan akan berbeda jika Persija tetap bermain dengan 11 orang.

Ia menilai timnya sebenarnya sudah punya rencana untuk menyerang ruang kosong di pertahanan lawan, tetapi strategi itu hanya berjalan pada awal laga.

“Saya tidak punya keraguan kalau kita punya 11 pemain di lapangan, hasil akhirnya pasti akan berbeda."

"Kita punya strategi untuk menyerang ruang kosong lawan, tapi kita hanya sempat melakukannya 10-15 menit,” tutur Mauricio.

Selain menyoroti kartu merah, mantan pelatih Madura United itu juga menuntut para pemain Persija untuk tampil lebih baik secara individu.

Menurutnya, strategi sebaik apa pun tidak akan berjalan maksimal jika kualitas teknis pemain di lapangan tidak mendukung.

“Saya menuntut pemain untuk lebih baik lagi secara individu. Strategi yang bagus tidak akan jalan jika performa teknis individu pemain buruk," kata Mauricio.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.