Alumni SMPN 9 Surabaya Beri Tali Asih ke Guru, Momen Haru Halal Bihalal 
Wiwit Purwanto April 06, 2026 11:50 AM

 

SURYA.CO.ID, Surabaya – Ratusan alumni SMP Negeri 9 Surabaya yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMPN 9 Surabaya (Ikasongo) membagikan tali asih kepada para guru sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi dalam kegiatan halal bihalal di Balai Pemuda Surabaya.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 alumni lintas angkatan, mulai 1960-an hingga 2000-an.

Ketua Panitia, Indah Pudji Pangastuti mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk kepedulian alumni kepada para guru yang telah berjasa.

Kepedulian Alumni Kepada Pensiunan Guru

“Kami ingin momentum halal bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sebagai wujud terima kasih kepada para guru yang telah mendidik kami. Tali asih ini adalah bentuk penghargaan kami,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Pemberian tali asih menjadi salah satu rangkaian utama dalam kegiatan tersebut. Sejumlah guru yang hadir, di antaranya Retno dan Soesrimi, menerima bantuan tersebut dengan penuh haru. 

Baca juga: Bikin ‘Meleleh’ Momen Siswa TK ABA 1 Sidoarjo Beri Tali Asih Hari Guru, Terharu Bangga

Keduanya merupakan guru olahraga yang pernah mengajar para alumni semasa bersekolah.

Melalui kegiatan ini, para alumni berharap hubungan yang telah terjalin sejak masa sekolah dapat terus terjaga. 

"Pemberian tali asih kepada guru diharapkan menjadi wujud nyata rasa terima kasih atas jasa para pendidik yang telah membentuk mereka,"pungkasnya.

Selain itu, kegiatan halal bihalal juga diisi dengan tausiah oleh dr Agus Ali Fauzi. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi yang disertai saling memaafkan memiliki dampak positif, baik bagi kesehatan fisik maupun mental.

“Bertemu teman lama dengan suasana gembira dan saling memaafkan dapat membuat hati dan pikiran menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Baca juga: 3 Gaya Menkeu Purbaya Rayakan Lebaran 2026, Pakai Baju Tanah Abang hingga Tiadakan Open House

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan baik setelah Ramadan, seperti mengendalikan pola makan agar tidak berlebihan serta melanjutkan puasa Syawal selama enam hari yang memiliki keutamaan seperti berpuasa selama setahun.

Selain itu, ia mengajak para alumni untuk tetap istiqamah menjalankan ibadah, seperti salat lima waktu, salat tahajud, dan membaca Al-Qur’an, meskipun Ramadan telah usai. 

"Konsistensi dalam beribadah akan memberikan ketenangan hati sekaligus menjadi bekal kehidupan di akhirat,"ujarnya.

Dalam tausiah tersebut, ia juga menekankan bahwa setiap perbuatan manusia akan mendapatkan balasan, baik maupun buruk. 

Oleh karena itu, ia mengajak para alumni untuk terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan media sosial.

“Sebarkanlah hal-hal yang membawa kebaikan. Hindari menyebarkan pesan yang dapat menyinggung atau menyakiti orang lain,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.